alexametrics

Modus Baru Peredaran Narkoba: Kemas Ekstasi ke Dalam Kapsul

9 Oktober 2019, 15:48:28 WIB

JawaPos.com – Modus baru peredaran narkoba ditemukan polisi. Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian menyampaikannya kemarin (8/10). Yakni, ekstasi yang dikemas dalam kapsul.

Kemarin narkoba bentuk baru tersebut dimusnahkan beserta barang bukti lain di Mapolrestabes Surabaya. Memo lantas menunjukkan sebuah plastik berukuran sedang. Isinya sembilan kapsul berwarna hijau. ’’Isinya ini ekstasi yang sudah diremuk,” terangnya.

Barang bukti tersebut disita dari Hartanto. Warga Kapas Madya yang tinggal di Kedinding Tengah Jaya itu adalah satu di antara tujuh tersangka sindikat lapas yang ditangkap polisi beberapa waktu lalu. Jaringan mereka dikendalikan tiga narapidana (napi) yang mendekam di lembaga pemasyarakatan (lapas) berbeda. Yakni, Sidoarjo, Pamekasan, dan Madiun Hartanto, kata Memo, bukan tanpa tujuan mengemas ekstasi itu ke dalam kapsul. Dia mencari solusi setelah ada keluhan pembeli.

’’Beberapa pembeli mengaku terlalu pahit. Bentuk asli ekstasi kan tablet. Jadi, gampang terasa di lidah,” papar Memo.

Nah, Hartanto memutar otak. Dia lantas berinovasi. Meremukkan tablet ekstasi, lalu memasukkannya ke kapsul. ’’Jadi, pengedar itu juga selalu mencari cara bagaimana agar barangnya bisa laku,” ungkap alumnus Akpol 2002 tersebut.

Jaringan lain adalah sindikat Nunuk Irawati. Warga Sidoarjo itu tidak ditangkap sendiri. Adi Wiyono yang menjadi kurirnya juga diringkus. Bahkan, dia mendapat tembakan di betis kanan karena melawan ketika disergap. ’’Barang bukti yang ditemukan mencapai 4,7 kilogram sabu-sabu,” jelasnya.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata menyatakan bahwa keberadaan narkoba tidak bisa dianggap remeh. Bahayanya sama dengan aksi teroris. ’’Harus diperangi bersama,” ujar perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Leo pun mengapresiasi jajarannya yang belakangan panen tangkapan. Buktinya adalah narkoba yang dimusnahkan. Selain beragam, jumlahnya tidak sedikit. Perinciannya, 4,8 kilogram sabu-sabu (SS); 2,9 kilogram ganja; 1.158 butir ekstasi; 930 butir happy five; dan 186.834 butir pil koplo. ’’Dibakar semua,” ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c7/git



Close Ads