alexametrics

Jadi Tersangka Aborsi: Maaf ya Pak, gara-gara Aku, Kita Dipenjara!

Bapak-Anak Tersangka Aborsi dan Buang Janin
9 Oktober 2019, 16:05:54 WIB

JawaPos.com – Air mata membasahi pipi Eka Zulifah. Sambil memeluk erat sang ayah, Muslich, perempuan berusia 22 tahun tersebut meminta maaf atas perbuatannya.

Pergaulan bebas membuatnya hamil di luar nikah. Karena sang kekasih mengkhianatinya, sang ayah membantunya menggugurkan janin yang dikandung, lalu membuangnya ke kali di dekat rumah mereka.

’’Maaf ya Pak. Gara-gara aku, kita dipenjara,’’ kata Eka sambil memeluk ayahnya di Mapolsek Bubutan kemarin (8/10). Keduanya dipertemukan untuk rilis kasus di mapolsek. Melihat anaknya sesenggukan, pria berusia 58 tahun tersebut mengatakan bahwa kejadian itu sudah takdir yang diterima. ’’Sudahlah, Nak, ini semua bukan salah kamu,’’ jawab Muslich sambil mengusap rambut anaknya.

Muslich mengaku, aborsi yang dilakukan Eka merupakan idenya. Dia malu lantaran putrinya hamil di luar nikah. Kabar buruk tersebut baru diketahui ketika kehamilan Eka berusia lima bulan. Eka mengaku hamil dan kekasihnya tidak mau bertanggung jawab.

’’Hanya memberikan janji mau menikahi, tapi tidak ada kepastiannya,’’ ucapnya. Padahal, perut perempuan yang tinggal di Jalan Ketandan Baru itu terus membesar.

Karena malu, Muslich meminta Eka menggugurkan kandungannya. Hampir setiap hari Eka mengonsumsi nanas dan minuman bersoda. Saat kehamilan menginjak 6 bulan, Eka mengeluh kesakitan. Pada Minggu (15/9), ada darah yang keluar dari kemaluan Eka. Muslich langsung menyuruh Eka tidur telentang dengan kaki ditekuk. Kemudian, Muslich menekan perut Eka dengan menggunakan kedua tangannya. Yakni, dari bawah payudara hingga ke pusar.

’’Itu saya lakukan berulang-ulang,’’ ucap Muslich. Janin itu pun keluar. Dengan menggunakan gunting, dia memotong tali pusar cucunya. Setelah diperiksa, bayi malang itu ternyata sudah meninggal dunia. Sebab, bayi tersebut saat dilahirkan tidak menangis dan bergerak sedikit pun.

Tidak mau diketahui tetangga, dia bergegas memasukkan jasad bayi itu ke kantong keresek dan membuangnya ke sungai. ’’Bayi tersebut saya buang sebelum subuh,’’ ucapnya.

Karena mengalami pendarahan, Eka dilarikan ke RSUD dr M. Soewandhi. Karena dibawa ke rumah sakit, data Eka tercatat. Karena itu, ketika anggota Polsek Bubutan melakukan penyisiran demi mencari pembuang janin yang ditemukan mengambang di Kalimas, Jalan Genteng Kali pada 17 September lalu, datanya langsung diperoleh.

Hal itu diungkap Kapolsek Bubutan AKP Priyanto kemarin. Pada Kamis (19/9) pihak rumah sakit memberitahukan bahwa beberapa hari lalu ada salah satu pasien atas nama Eka Zulifah, warga Jalan Ketandan Baru 4, yang datang dalam kondisi pendarahan hebat. ’’Merasa curiga, kami langsung mendatangi alamat pelaku,’’ ucap Kanitreskrim Polsek Bubutan Ipda Purwanto. Ketika petugas mendatanginya, kondisi Eka masih lemas.

Di hadapan petugas, kedua pelaku tersebut mengakui perbuatannya. Yakni, mereka dengan sengaja membunuh bayi laki-laki tanpa dosa itu. Di hadapan petugas, tidak ada pelaku lain dalam pembunuhan berencana itu. Termasuk kekasih Eka yang tidak mau bertanggung jawab dan keberadaannya kini tidak diketahui.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c15/any



Close Ads