alexametrics

Emil Dardak Klaim Karhutla Jatim Sudah Padam

9 Oktober 2019, 13:48:17 WIB

JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur mendapat perhatian khusus dari Pemprov Jatim. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan. Hingga kini, hampir semua titik kebakaran bisa diatasi.

Ada beberapa lokasi yang terbakar. Di antaranya, Gunung Arjuno, Semeru, Raung, dan Welirang. Sebagian besar, lokasi tersebut merupakan kawasan wisata. Karena itu, dugaan penyebab kebakaran adalah kelalaian manusia.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak lebih berfokus pada penanganan. Dia menyatakan, pemprov terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani masalah tersebut. Berbagai cara digunakan untuk memadamkan api. ”Sempat menggunakan water bomb di Arjuna,” ucapnya.

Dia meminta masyarakat untuk tenang. Karhutla di Jatim tidak seperti di luar Jawa. Kondisi di Jawa Timur masih bisa dikendalikan. Selain itu, tekstur hutan di Jatim tidak terdapat gambut. Karena itu, kebakaran mudah dipadamkan.

Lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar. Asap yang ditimbulkan sangat tebal dan hitam. Biasanya, gambut mengering hingga kedalaman tertentu. Saat terbakar, bagian gambut di bawah tanah seperti menjadi bahan bakar.

Karena itu, api permukaan yang padam tidak bisa menjamin lahan gambut aman. Bisa jadi, bagian bawah masih menyala. Api bisa muncul lagi. Kebakaran hutan gambut bisa lama. Biasanya, kebakaran lahan gambut mati total oleh hujan dengan frekuensi yang sering.

Emil juga menambahkan, pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada pemadaman hutan. Flora dan fauna juga menjadi perhatian. Karena itu, upaya pemadamannya lebih bersikap preventif.

Memang, tanggap darurat untuk kebakaran hutan dinyatakan selesai. Karena itu, operasi penanganan dihentikan. Itu dilakukan setelah sistem water bomb dinilai berhasil.

Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Mereka memantau titik yang menjadi lokasi bekas kebakaran. Pemantauan itu berlangsung hingga dua hari ke depan untuk memastikan api sudah padam.

Pemantauan dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya, pemantauan dari udara dengan menggunakan helikopter. Informasi terakhir, hutan dan lahan yang terbakar cukup luas. Berdasar pemantauan citra satelit, ada 2 ribu hektare yang terbakar.

Penyebab kebakaran diduga adalah ulah manusia. Namun, BPBD Jatim belum berani memastikan. Perlu penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara didasarkan pada temuan di lapangan. Salah satunya, banyak puntung rokok yang ditemui di lokasi kebakaran.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c12/end



Close Ads