alexametrics

Pacu Penanaman Modal, Pemkot Surabaya Bikin Klinik Investasi

9 September 2021, 12:14:52 WIB

JawaPos.com – Gempuran virus korona di metropolis telah mereda. Pemkot Surabaya tidak ingin melewatkan momen itu. Sejumlah langkah pemulihan ekonomi pun disusun. Salah satunya lewat klinik investasi.

Terobosan baru tersebut dirancang dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Klinik investasi berisi gambaran informasi tentang penanaman modal ke Surabaya. Mulai peluang hingga tata cara berinvestasi.

Kepala DPMPTSP M. Taswin menjelaskan, Surabaya dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Dua bidang tersebut menjadi tulang punggung investasi. Dari telaah DPMPTSP, potensi investasi di Surabaya sejatinya cukup besar. Tidak sebatas perdagangan dan jasa. Ada sejumlah bidang lain yang bisa ditingkatkan.

’’Lewat klinik investasi, calon investor akan mendapatkan informasi,’’ paparnya.

Gambaran itu tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021–2026. Kota Pahlawan memiliki empat kawasan strategis yang bisa dikembangkan. Lokasinya tersebar di sejumlah tempat.

Pertama, kawasan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Contohnya, pergudangan dan industri Margomulyo di Kecamatan Asemrowo. Wilayah tersebut memiliki peluang menjadi industry smart and clean karena didukung kelengkapan infrastruktur. Berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Perak dan tol trans-Jawa.

Selain itu, kawasan Tunjungan. Wilayah tersebut memiliki sejarah yang panjang. Pada 1940 hingga 1970, Tunjungan adalah salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Landmark kota itu punya potensi besar untuk dikembangkan.

Kedua, kawasan strategis untuk kepentingan sosial budaya. Misalnya, makam Sunan Ampel, yang tak pernah sepi dari peziarah. Kota lama yang menghampar di Kecamatan Pabean Cantian, Bubutan, Semampir, serta Krembangan. Tempat tersebut menyimpan cerita lama masa kolonial.

Sementara itu, kawasan strategis lain yang bisa dikembangkan ialah kawasan penyelamatan lingkungan hidup di sepanjang pantai timur Surabaya. Selanjutnya, kawasan pendayagunaan SDA dan teknologi. Di antaranya, industri SIER serta PLTSa di Benowo.

Menurut Taswin, investor yang hendak berinvestasi bakal mendapatkan penjelasan di klinik investasi. Petugas akan memberikan informasi yang dibutuhkan serta saran mengenai kawasan mana yang tepat untuk menanamkan modalnya. ’’Sehingga investor tidak ragu ketika berinvestasi,’’ jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads