alexametrics

Pohon di Sidoarjo Masih Ditancapi Iklan Promosi

9 September 2019, 19:39:36 WIB

JawaPos.com – Siapa yang berani-berani melukai pohon demi promosi? Tanaman yang sejatinya mempercantik kota malah dijadikan etalase reklame. Liar pula.

Reklame-reklame brutal itu terpasang di sepanjang Jalan Raya Gedangan hingga Buduran. Antara lain, simpang empat Sruni, Gedangan. Pamflet tertancap di pohon. Total, ada 19 po hon. Sebagian besar merupakan iklan perumahan. Iklan-iklan tersebut dipasang dengan cara dipaku. Lokasi kedua adalah simpang empat Budu ran. Reklame tertancap di seluruh batang pohon, berderet hingga flyover Buduran.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Mharta Wara Kusuma mengingatkan, tanaman di bahu jalan harus bebas dari reklame. Pohon berfungsi sebagai peneduh. ’’Juga menyerap polusi udara,’’ ujarnya.

Tanaman hijau juga menambah estetika daerah. Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan elemen penting bagi kota. ’’Kota harus menyediakan 30 persen lahan untuk RTH,’’ katanya.

Menurut Mharta, pemkab melarang tegas penggunaan pohon sebagai reklame. Apalagi jika reklame ditancapkan ke batang pohon. Dampaknya, pohon bisa mati. ’’Segera kami koordi nasikan dengan satpol PP agar dicopot,’’ ucap mantan sekretaris Badan Kepe gawaian Daerah (BKD) Sidoarjo itu

Reklame liar memang kerap dijum pai di Sidoarjo. Pamflet dan spanduk biasanya dipasang di titik strategis. Yakni, pinggirpinggir jalan. Di dalam kota, titik pemasangan reklame liar tersebar. Contohnya, kawasan Jalan Pahlawan, bundaran Taman Pinang Indah (TPI), Gading Fajar, dan Jalan Gajah Mada.

Kasatpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki memastikan spanduk dan pamflet tersebut melanggar aturan. ’’Karena di spanduk tidak tertera izin,’’ ujarnya. Menurut Wiwid, sapaan akrab Widiyantoro, satpol PP sejatinya menjaga titik-titik reklame liar. Setiap hari petugas menggelar patroli. ’’Berkali-kali petugas menangkap orang yang hendak memasang reklame di pohon,’’ jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c20/roz



Close Ads