alexametrics

Tren Kesembuhan di Gresik Menggembirakan, Tinggal 50 Pasien di RSUD

9 Agustus 2020, 12:48:19 WIB

JawaPos.com – Kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Gresik mulai menunjukkan tren penurunan. Demikian juga data pasien sembuh, terus menunjukkan peningkatan signifikan. Karena itu, status zona merah sejak empat bulan lalu telah berubah menjadi oranye.

Berdasar data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik, dalam tujuh hari terakhir masih ada tambahan 203 pasien positif. Sedangkan jumlah pasien konfirmasi positif yang masih dirawat 545 orang. Sampai Sabtu (8/8), total kesembuhan mencapai 1.362 orang dari 2.052 kasus positif.

Penanggung jawab pasien Covid-19 RSUD Ibnu Sina dr Wiwik Kurnia Ilahi SpP menyebutkan, memang belakangan tren konfirmasi positif mengalami penurunan. Tapi, untuk pasien kategori berat, hampir setiap hari masih ada tambahan. Namun, kini jumlahnya tidak sebanyak di awal-awal dulu. ”Yang menggembirakan, banyak pasien kategori berat yang sembuh,” ujarnya.

Dokter yang juga penanggung jawab RS darurat di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) itu mengatakan, saat ini fasilitas di Gejos tersebut baru diisi beberapa pasien. Dari kapasitas 140 bed, yang terisi sekitar 25. Sebab, memang pasien yang perlu mendapatkan perawatan tergolong kecil. ”Semoga tren turun ini terus berlanjut,” tuturnya.

Lalu, bagaimana kapasitas perawatan di RSUD? Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati SpTHT-KL mengatakan, saat ini RSUD hanya merawat pasien dengan kategori berat. Jumlahnya belakangan juga mulai mengalami penurunan. ”Saat ini tinggal 50 pasien. Itu pun kondisinya mayoritas membaik,” jelasnya.

Sementara itu, para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas RS darurat Gejos tetap bersemangat untuk menjadi garda terdepan penanganan pasien. Untuk menghibur diri di tengah rutinitas, sejumlah nakes asal Bawean menuliskan ”perantau Bawean” di baju hazmat mereka. Wajar karena mereka berada di RS darurat itu selama sebulan tanpa keluar dari gedung.

”Iya, mereka 14 hari merawat, 14 hari isolasi setelah dilakukan tes swab. Tujuannya, setelah tugas di Gejos, kami pastikan para nakes itu tidak membawa virus ke luar. Kita semua berdoa, semoga terus melandai dan Gresik segera berstatus kuning, kemudian hijau,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali.

Seperti diberitakan kemarin, Bupati Sambari Halim Radianto juga bersyukur karena Gresik kini berubah status menjadi oranye. Dia pun berharap tren penurunan itu terus berlanjut hingga status Kota Pudak benar-benar hijau. Dengan demikian, aktivitas bisa kembali normal. Untuk itu, pihaknya juga sangat berharap semua pihak tetap tegak lurus menerapkan protokol kesehatan. Mulai mengenakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, hingga selalu menerapkan pola hidup sehat. ”Tanpa kesadaran dan kedisiplinan kita semua, tentu penanganan akan semakin sulit,” ucap dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : son/c11/hud




Close Ads