alexametrics

PSBB Surabaya Raya Berpotensi Diperpanjang

9 Mei 2020, 13:29:48 WIB

JawaPos.com – Masa berlaku pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo tinggal dua hari lagi. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menyatakan, sangat mungkin kebijakan itu diperpanjang hingga 14 hari lagi. Heru menegaskan, keputusan memperpanjang atau tidak bergantung pada evaluasi hari terakhir.

Hasil evaluasi sementara, kenaikan kasus korona di Sidoarjo dan Gresik mulai melandai, sedangkan Surabaya masih tinggi. Tapi, hasil tersebut tidak menjadi pijakan utama. ’’Ada faktor lain yang menjadi pertimbangan,’’ katanya. Saat ini tim kajian epidemiologis terus mengevaluasi semua aspek pertambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur. Termasuk pertambahan di wilayah Malang Raya. ’’Kalau nanti keputusannya diperpanjang, bisa jadi seiring dengan PSBB Malang Raya,’’ ucapnya.

Pakar kajian epidemiologis dari Universitas Airlangga Dr dr Windhu Purnomo membeberkan beberapa alasan PSBB layak diperpanjang. Idealnya, PSBB berlangsung 14 hari. Dasarnya, durasi tersebut sesuai dengan masa inkubasi terpanjang virus korona. ’’Tapi, jurnal internasional menyatakan masa inkubasi virus korona lebih dari itu,’’ ucapnya.

Dia memerinci perkembangan masa infeksius (bisa menularkan) Covid-19. Dari 100 persen pasien yang terinfeksi, 30 persen merupakan pasien tanpa gejala. Masa infeksiusnya 14 hari. Artinya, selama 14 hari ke depan, dia berpotensi menularkan virus ke orang lain. ’’Alternatif yang harus dilakukan adalah isolasi,’’ katanya.

Lalu, 55 persen pasien mengalami gejala ringan dengan masa infeksius mencapai 21 hari. Lebih lama dibandingkan pasien tanpa gejala. Karena itu, PSBB yang berlangsung hanya 14 hari dianggap belum cukup. ’’Idealnya ada penambahan,’’ tuturnya.

Dia juga menyoroti wilayah Malang Raya. Sebenarnya pertambahan kasus di Kota Malang dan Kota Batu tidak begitu besar. Namun, dua daerah itu berhubungan dengan Kabupaten Malang yang pasien koronanya cukup tinggi. Bahkan, pernah terjadi doubling time atau pertambahan kasus mencapai dua kali lipat. Doubling time itu termasuk salah satu parameter dalam menentukan skor kelayakan penerapan PSBB. ’’Fenomena ini terjadi sampai empat kali,’’ jelas dia.

Faktor lain yang menjadi penentu kelayakan PSBB adalah perbandingan angka konfirmasi dengan jumlah penduduk. Total kasus positif di wilayah Malang Raya hingga 1 Mei mencapai 54 kasus. Lalu, jumlah penduduk Malang Raya sekitar 3,7 juta. Jumlah kumulatif kasus positif dibagi total penduduk, hasilnya 1,5 per 100 ribu penduduk. ’’Idealnya, 1 kasus per 100 ribu penduduk,’’ katanya.

Kemenristek Pilih 17 Ide Inovatif

Sebanyak 17 ide inovatif pemenang Ideathon Indonesia 2020 siap direalisasikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Dalam waktu maksimal lima bulan, semua ide itu diharapkan bisa diwujudkan untuk mengatasi dampak Covid-19.

Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro menuturkan, sejak Covid-19 merebak di Indonesia, Kemenristek/BRIN telah mengambil langkah-langkah cepat. Kendati begitu, masyarakat dirasa perlu dilibatkan. Dia menilai, kemampuan kolektif suatu kelompok akan selalu memberikan hasil dan solusi terbaik. ”Karena itu, kami undang talent berbakat untuk memberikan ide-idenya,” ungkapnya.

Mengusung tema Gotong Royong Melindungi Bangsa dari Covid-19, Ideathon Indonesia 2020 yang dibuka pendaftarannya pada 13 April 2020 berhasil menjaring 5.590 usulan menarik. Mulai ide, solusi, produk, sistem, platform, atau aplikasi mobile maupun web dengan kategori gagasan mengenai pencegahan virus, pengendalian virus, manajemen pelayanan dan perawatan pasien, mitigasi masyarakat, keberlanjutan bisnis, hingga metode pembelajaran jarak jauh yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat.

Sebanyak 17 ide akhirnya terpilih. Mereka lolos karena dinilai logis secara saintifik, secara teknis dapat diterapkan, dan relevan dengan isu Covid-19 saat ini.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : riq/mia/tau/c10/c7/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads