alexametrics

Apabila Pemkot Terima Permintaan, Posko Perbatasan Bisa Dipasang Lagi

9 April 2020, 14:48:09 WIB

JawaPos.com – Pemkot Surabaya memutuskan untuk membongkar pos perbatasan di 19 lokasi pinggiran kota. Pos-pos tersebut dibongkar dan petugas yang bersiaga di pos tersebut ditarik untuk sementara waktu.

Pos-pos itu bisa didirikan lagi dengan mempertimbangkan situasi terkini, termasuk masukan para warga.

Pos perbatasan itu dipergunakan pemkot untuk memperketat pengendara yang masuk ke kota. Ada pengecekan suhu tubuh, penyemprotan kendaraan, hingga imbauan untuk pengendara agar tak masuk ke kota terlebih dahulu. Tapi, akhirnya pemkot memutuskan untuk membongkar pos-pos tersebut sejak Senin lalu.

”Kemarin inisiatif pemkot untuk memberikan perlindungan dari orang luar masuk ke dalam kota,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya M. Fikser.

Pemkot Surabaya juga tidak ingin berdebat lagi dengan keberadaan posko perbatasan tersebut. Apalagi dinilai sedang pencitraan dalam situasi pandemi Covid-19. ”Kami tidak ingin ribut-ribut. Tak mau cari panggung. Dengan menarik 19 posko perbatasan itu, kami sekarang lebih memperkuat kawasan ke RT hingga apartemen,” tambah Fikser yang menjadi koordinator protokol komunikasi satgas Covid-19 Kota Surabaya.

Namun, dia memastikan bahwa posko perbatasan itu bisa jadi akan didirikan lagi. Hal tersebut sangat bergantung pada kebutuhan dan keinginan warga serta kondisi terkini. ”Kalau masyarakat memang membutuhkan kawasan itu harus ada lagi, pemerintah kota akan melaksanakan itu,” ungkap Fikser.

Di sisi lain, Sudiantono, warga Warugunung, menyayangkan pembongkaran posko pemantauan virus korona di perbatasan kota tersebut. Sebab, keberadaan pos itu justru membuat warga nyaman.

Apalagi, kendaraan yang akan masuk kota selalu disterilkan dengan cara disemprot disinfektan. ”Kalau sekarang kan dibiarkan begitu saja,” terangnya kemarin siang.

Dia berharap, ke depan setiap wilayah perbatasan bisa dibuatkan posko. Keberadaannya bisa untuk mencegah orang luar masuk ke Surabaya. Sebab, hal tersebut bisa mencegah persebaran virus Covid-19.

Camat Karangpilang Eko Budi Susilo menuturkan, hingga saat ini belum ada warga yang datang dan mengeluhkan soal pembongkaran posko tersebut. Eko mengatakan, pihaknya juga bakal menampung dan menyampaikan ke pemkot jika ada warga yang keberatan soal pembongkaran posko korona itu.

Dia menambahkan, seluruh kampung sudah menerapkan pembatasan atau physical distancing. Dengan begitu, mereka yang tidak ada kepentingan dilarang masuk ke wilayah tersebut. ”Masyarakat juga hitung-hitung soal penyemprotan disinfektan,” terangnya.

Apalagi, saat ini sudah ada surat edaran terkait dengan protokol pembatasan mobilitas penduduk. Beberapa poin di antaranya, warga Surabaya yang berada di luar kota maupun luar negeri untuk tidak pulang dulu ke Surabaya. Bila sudah pulang harus karantina diri mandiri 14 hari.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/omy/c25/git




Close Ads