alexametrics

PDIP Surabaya Isi Jabatan di Anak Ranting hingga Anak Cabang

9 Februari 2022, 13:48:05 WIB

JawaPos.com – Meski Pemilu 2024 masih kurang dua tahun lagi, PDI Perjuangan mulai memanaskan mesin politiknya. Konsolidasi dengan para kader pun terus digencarkan. Selasa (8/2) PDI Perjuangan Surabaya dan Jawa Timur duduk bersama dalam rapat koordinasi cabang (rakorcab) dengan anak cabang seluruh wilayah Kota Pahlawan. Ada beberapa hal strategis yang dibahas partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Salah satunya, pengisian jabatan yang kosong. Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono mengatakan, ada banyak jabatan kepartaian di anak ranting, ranting, hingga pengurus anak cabang (PAC) yang kursinya belum ada nakhoda. Selain pemberian surat keputusan (SK), partai mengedukasi para kader yang telah diberi amanah baru di jabatan itu untuk mengisi semacam formulir. ”Supaya segera bekerja dan berkarya,” katanya saat dihubungi kemarin.

Rakorcab dihadiri 125 kader. Seluruh anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan kompak datang. Tak mau ketinggalan, anggota legislatif dari DPRD Jatim pun hadir. Selain legislatif, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji tampak hadir bersama mantan Wali Kota Surabaya sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi Whisnu Sakti Buana. Partai juga mengundang Wali Kota Eri Cahyadi.

Sayangnya, orang nomor satu di Surabaya itu berhalangan. Adi mengungkapkan, karena kondisi masih pandemi dan tren kasus Covid-19 di Surabaya naik, peserta yang hadir dibatasi. Rakorcab dihelat dengan dua sistem. Yakni, online dan offline.

Pria yang juga menjabat ketua DPRD Surabaya itu menyampaikan, pengurus-pengurus anak cabang hadir secara virtual.

Menurut Adi, rakorcab menambah api semangat dalam diri para kader terus berkobar dan membara. Dia menyatakan, PDI Perjuangan menilai tahapan pemilu itu berkelanjutan. Dan, Surabaya telah menunjukkan kandang banteng sebagai basis PDI Perjuangan. ’’Kami berharap pada 2024, kursi PDI Perjuangan bertambah,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya Baktiono mengungkapkan, sebelumnya ada beberapa kader tingkat ranting dan anak ranting yang direkrut. Anak ranting direkrut untuk ranting, begitu pula sebaliknya. ’’Kami tak ingin ada jabatan kosong di dalam partai. Semua harus optimal,” terangnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini: