alexametrics

Waspada Lonjakan Baru, Menilik Data Covid-19 saat Nataru Tahun Lalu

8 Desember 2021, 10:13:46 WIB

JawaPos.com– Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bakal segera tiba, Menilik data tahun lalu, memang perlu mewaspadai potensi lonjakan gelombang ketiga serangan Covid-19. Sebab, pada Desember 2020-Januari 2021, di hampir semua daerah terjadi peningkatan. Meski, tak sedahsyat gelombang ketiga, Juli-Agustus 2021.

Tidak terkecuali di Provinsi Jawa Timur. Terutama di wilayah aglomerasi Surabaya Raya dengan jumlah penduduk terpadat. Yakni, Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Di Surabaya, misalnya. Data per 30 November 2020, total jumlah terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 ’’hanya’’ ada 16.898 orang. Nah, pada akhir Januari 2021, bertambah menjadi 19.842 orang. Artinya, hanya dua bulan, meningkat 2.853 orang. Jika dirata-rata, setiap hari kasus positif bertambah 20 orang. Bahkan, pada Januari, beberapa kali di angka lebih dari 50 orang.

Demikian juga di Sidoarjo. Pada 30 November 2020, total kasus positif ada 7.574 orang. Namun, pada 30 Januari 2021, sudah menembus angka 9.023 orang. Artinya, dalam dua bulan saja, ada lonjakan sebanyak 1.452 orang. Tambahan paling drastis terjadi pada Januari. Beberapa kali tercatat tambahan di atas angka 30 orang.

Bagaimana dengan di Gresik? Pada 30 November, total kasus positif tercatat 4.163 orang. Dua bulan kemudian, sudah bertambah menjadi 4.782 orang. Sama dengan Surabaya dan Sidoarjo, penambahan kasus paling drastis di Gresik terjadi pada Januari. Tepatnya, sebelum 15 Januari.

Lonjakan gelombang pertama itu salah satunya dipicu peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat pada masa libur Nataru. Terutama pada akhir Desember. Sebuah studi melaporkan bahwa 97,5 persen orang yang terinfeksi Covid-19 rata-rata akan memunculkan gejala 11,5 hari setelahnya. Karena itu, pada pertengahan Januari, angka positif melonjak.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads