alexametrics

Operasi Prokes di Sidoarjo Terus Jalan, tapi Tidak Lagi Ada Penindakan

8 Desember 2021, 19:58:52 WIB

JawaPos.com- Masih cukup banyak warga Kota Delta yang belum taat protokol kesehatan (prokes).  Saat keluar rumah, mereka tidak mengenakan masker. Padahal, masa pandemi Covid-19 belum usai. Setiap hari juga terdapat tambahan kasus baru, walaupun kini relatif tidak banyak.

Kendati demikian, petugas tidak lagi menghukum mereka melalui sidang dan kewajiban membayar denda. Warga yang belum patuh prokes hanya sebatas diperingatkan. Mereka yang terjaring razia yustisi dan disidang juga tidak dipaksa membayar denda secepatnya.

Hingga saat ini, masih ada lebih dari 3.000 warga Sidoarjo yang belum menuntaskan kewajiban terkait denda. Ada yang disidang pada 2020, tapi sampai sekarang barang bukti (BB) masih tersimpan di kejaksaan.

Kasipidum Kejari Sidoarjo Gatot Haryanto menyatakan, batas waktu untuk membayar denda memang tidak ada. ’’Tetapi, sebelum denda dibayar, barang bukti tetap berada di kejaksaan,’’ katanya. Barang bukti yang sebagian besar berupa kartu tanda penduduk (KTP). Dokuemen itu tersimpan dalam lemari khusus di loket layanan tilang kejaksaan.

Sementara itu, tim gabungan dari satpol PP, kepolisian, dan dinas perhubungan terus melaksanakan operasi yustisi untuk mengingatkan warga agar taat prokes. ’’Tim gabungan tidak pernah berhenti giat yustisi dalam PPKM. Pagi dan malam terus kami lakukan,’’ kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Sidoarjo Yany Setyawan.

Namun, berbeda dengan sebelumnya, saat ini tidak ada penindakan bagi warga yang tidak disiplin prokes. Petugas hanya mengingatkan. ’’Kami hanya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga agar mereka tetap taat prokes. Prokes harus dijaga dan dilaksanakan tanpa ada penindakan (sidang bagi pelanggar),’’ lanjut Yany.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : may/c7/any

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads