alexametrics

Lonjakan Harga Cabai di Jatim, Diprediksi Stabil Jelang Idul Adha

8 Juni 2022, 16:16:22 WIB

JawaPos.com – Harga cabai melejit di hampir semua kabupaten/kota di Jatim. Prediksi awal, situasi itu berlangsung hingga dua bulan ke depan.

Namun, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memproyeksikan kondisi tersebut bisa berakhir lebih cepat. Diperkirakan, harga cabai bisa kembali stabil sebelum Hari Raya Idul Adha. ’’Kami optimistis suplai yang dimiliki Jatim sangat cukup,” kata Khofifah kemarin.

Ada sejumlah acuan yang membuat lonjakan harga cabai diperkirakan bisa segera berakhir. Salah satunya adalah produksi cabai selama Januari–Maret yang cukup tinggi.

Data menunjukkan bahwa komoditas cabai besar pada Januari hingga Maret 2022 cukup bagus. Dengan luas lahan tanam 2.525 hektare, produksinya mencapai 33.350 ton. Sementara itu, tingkat konsumsi sebesar 17.082 ton per kapita per tahun. ’’Dari angka tersebut, diprediksi produksi cabai masih bisa surplus 16 ribu ton lebih,’’ katanya.

Demikian pula selama April–Mei tahun ini. Luas lahan tanam cabai mencapai 1.285 hektare dengan proyeksi produksinya 11.892 ton. Dengan begitu, diprediksi bisa surplus 503 ton.

Jumlah itu, kata Khofifah, diperkirakan sangat mencukupi kebutuhan. Baik untuk industri maupun rumah tangga. Karena itu, mantan menteri sosial (Mensos) tersebut meminta masyarakat tak perlu khawatir.

Apalagi, saat ini Pemprov Jatim juga sudah melakukan sejumlah antisipasi. Di antaranya, mengajak petani untuk menanam varietas genjah. Yakni, Bhaskoro dan Dewata. Usia tanam varietas tersebut 70 hingga 80 hari. Karena itu, proses regenerasi produksinya bisa lebih cepat.

Pemprov juga memfasilitasi penanganan hama tanaman cabai yang jadi pemicu turunnya produksi. Saat ini para petani sudah menggunakan agen pengendali hayati. ’’Sekarang di beberapa lokasi sudah mulai tumbuh tunas baru sehingga diharapkan dapat membantu ketersediaan cabai rawit jelang Idul Adha,” ujar tokoh yang juga ketua PBNU tersebut.

Selain itu, pemprov terus memantau ketersediaan seluruh bahan pokok di pasaran, termasuk cabai. ”Ketersediaan jadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar,’’ imbuh dia.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: