alexametrics

Perketat Pengawasan Exit Toll, Temukan Surat Tugas yang Direkayasa

8 Mei 2020, 18:48:04 WIB

JawaPos.com – Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pengawasan di exit toll diperketat. Ratusan pengendara diminta putar balik karena tidak termasuk kriteria kendaraan yang dibolehkan masuk ke Kota Pahlawan.

Pengecekan dilakukan di exit toll Surabaya‒Gresik di Jalan Dupak Rukun, Asemrowo, kemarin. Ada 30 personel yang terlibat. Selain polisi, penyetopan dibantu TNI dan petugas Dishub Surabaya. Satu per satu kendaraan yang pelatnya bukan L dihentikan. Mereka ditanyai mengenai keperluan masuk Surabaya. Yang ragu-ragu menjawab langsung disuruh masuk tol lagi.

Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan menjelaskan bahwa sedikitnya ada 400 kendaraan yang diminta putar balik setiap hari. Sebagian besar berasal dari Gresik dan Sidoarjo. ’’Banyak yang tidak membawa surat jalan atau tugas. Makanya langsung disuruh putar balik,’’ katanya.

Menurut Kanit Opsnal Subbidpaminal Polda Jatim itu, banyak pengendara yang nekat berbuat nakal. Mereka merekayasa surat jalan yang dibawa. ’’Nama di KTP dan surat tak sama. Makanya, kami curiga,’’ ucapnya.

Dia menjelaskan, juga banyak petugas yang menghalau pemudik. Sebagian besar merupakan warga Madura yang ingin pulang ke kampung halaman. Mereka datang dari luar Surabaya.

Lantas, apakah ada yang ditilang? Hari mengungkapkan bahwa ada beberapa kendaraan yang tak memiliki surat. Pemiliknya langsung ditilang. Hari memprediksi jumlah kendaraan yang masuk ke tol Surabaya–Gresik berpotensi meningkat seiring mendekati Hari Raya Lebaran. Untuk itu, polisi akan memperketat pengawasan. ’’Yang pasti, kendaraan pengangkut sembako kami prioritaskan,’’ ucapnya.

Berisi Lebih dari 50 Persen, Kendaraan Harus Putar Balik

Pemeriksaan ketat di akses masuk Kota Surabaya juga dilakukan di exit toll Perak kemarin (7/5). Salah seorang anggota Polantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bripka Andre W. Utomo mengatakan, pihaknya memastikan isi kendaraan yang masuk Surabaya tak lebih dari 50 persen. Itu sesuai dengan aturan dalam PSBB. ”Ada satu kendaraan isi 13 orang, kami minta kembali. Kendaraan itu dilarang masuk Surabaya,” katanya.

Kendaraan jenis Isuzu Elf tersebut berangkat dari Jember dengan tujuan Pulau Madura. Sangat mungkin pengendara membawa banyak penumpang itu untuk tujuan mudik ke Madura. ”Tentu nanti kami kontrol. Kan sudah direkam. Videonya kami kirim ke petugas lainnya di exit toll. Jadi terpantau,” tuturnya. Pihaknya juga membekali pengemudi dengan surat teguran. Dengan begitu, setiap melewati chekpoint, pengemudi itu tidak akan luput dari pemeriksaan.

Pihaknya beserta aparat gabungan dari TNI, BPB linmas, dan Satpol PP Kota Surabaya juga memeriksa beberapa kendaraan yang berpelat luar Surabaya. Di antaranya, kendaraan pelat AE, N, M, T, S, B, dan DK. Seluruh penumpang pun dicek suhu tubuh, lalu masuk ke bilik disinfeksi. Petugas juga mengecek kelengkapan berkas. Jika ada yang tidak sesuai ketentuan, pengemudi tentu ditindak tegas oleh aparat gabungan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Sigit Indra mengatakan, pemeriksaan dan penyekatan akan terus dilakukan hingga PSBB berakhir. Namun, pihaknya tetap memberikan toleransi kepada pengendara yang memang memiliki kepentingan di Kota Surabaya. ”Mudik tetap nggak diperbolehkan ya. Nah, yang boleh itu yang sesuai aturan perwali saja,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/zam/c7/c20/any

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads