alexametrics

Warga Surabaya Bisa Cetak Akta Lahir Langsung di Rumah Sakit

8 Februari 2020, 17:48:39 WIB

JawaPos.com – Penyederhanaan layanan kependudukan untuk pencetakan akta kelahiran segera diwujudkan. Dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) bersama dinas kesehatan bekerja sama dengan rumah sakit negeri dan swasta. Salah satu yang diwujudkan dalam waktu dekat adalah pencetakan akta kelahiran dan kematian di rumah sakit.

Jumat (7/2), dispendukcapil, dinkes, dan rumah sakit yang akan bekerja sama dengan Pemkot Surabaya bertemu. Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji memberikan penjelasan dengan detail konsep dan teknis layanan baru hasil kerja sama tersebut.

Akta kelahiran biasanya dicetak di layanan kependudukan dengan membawa semacam surat pengantar dari rumah sakit. Nah, dengan layanan baru itu, pencetakan akta kelahiran tersebut cukup dilakukan di rumah sakit. Pihak rumah sakit membantu entri data orang tua dan berkas-berkas pendukungnya. ”Nanti approval tetap dari kami di dispendukcapil. Karena akan dicek datanya juga,” ungkap Agus kemarin.

Pihak rumah sakit diminta untuk membantu penyiapan tenaga operator, seperangkat komputer, dan printer laser jet. Kertas untuk pencetakan akta kelahiran itu cukup kertas biasa. Tapi, kertas tersebut dilengkapi dengan QR code dan nomor seri tertentu sebagai validasi. ”Printer laser jet yang menggunakan tinta serbuk. Cukup terjangkau kok,” ujar Agus dalam forum tersebut.

Dia menyebutkan, akan ada operator yang dilatih khusus untuk mengoperasikan aplikasi. Tiap rumah sakit juga bakal diberi akses untuk menginput data. ”Sementara sudah ada 39 rumah sakit yang tanda tangan kerja sama dengan kami,” ungkapnya.

Salah satu yang kemarin tanda tangan memorandum of understanding (MoU) adalah RSI Surabaya Ahmad Yani. Direktur Utama RSI Surabaya Ahmad Yani dr Samsul Arifin MARS mengungkapkan sangat mengapresiasi kerja sama untuk menjalankan program baru tersebut. Pencetakan akta kelahiran langsung di rumah sakit akan menjadi nilai tambah dalam pemberian fasilitas untuk pasien yang melahirkan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c25/ano


Close Ads