alexametrics

Prihatin Masalah Sampah, Pelajar Surati Bupati Sambari

8 Februari 2020, 19:59:28 WIB

JawaPos.com – Usia Thara Bening Sandrina masih 17 tahun. Tapi, dia sangat peduli terhadap lingkungan. Siswi kelas XII SMAN 1 Driyorejo itu telah melakukan observasi tentang pencemaran sampah plastik di Gresik. Hasil penelitian tersebut dia kirimkan kepada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Sebelum bersurat, gadis dari Wringinanom itu pun membentuk River Warrior Indonesia (Rewind). Kelompok tersebut beranggota teman-teman sekolahnya. ”Melakukan berbagai kegiatan. Membersihkan sungai dari sampah plastik, bikin kerajinan daur ulang sampah, dan aktivitas lainnya,” ungkapnya. Namun, menurut dia, upaya tersebut belum cukup untuk membebaskan sungai dari sampah.

Dia pun berinisiatif melakukan survei tentang sampah di wilayah Gresik. Hasilnya, 99 persen dari 194 responden sepakat serta mendukung gerakan dan peraturan yang melarang plastik sekali pakai. Terutama di lingkungan sekolah. ”Hal tersebut yang membuat saya harus bersurat kepada pemangku kebijakan,” tuturnya.

Demikian pula hasil observasinya. Menurut dia, hampir di setiap sudut Kota Pudak itu terdapat sampah tak ”terurus”. Tak salah jika sampah disebut sebagai salah satu penyebab banjir di kawasan selatan. Baik di lingkungan sekolahnya, jalanan, hingga berakhir di sungai dan saluran irigasi.

Dalam surat tersebut, Thara menuliskan beberapa permintaan kepada bupati. Pertama, membuat peraturan bupati yang berisi pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. ”Aturan tersebut diharapkan berlaku di kawasan perbelanjaan. Sumber peredaran sampah plastik berasal dari sana,” ungkapnya. Mulai swalayan, pasar, hingga toko kelontong.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat harus digalakkan. ”Membuat gerakan Gresik tolak plastik sekali pakai dengan melibatkan masyarakat dari berbagai elemen,” harapnya. Tentunya dengan menyediakan fasilitas pendukung. Misalnya, membuat tempat sampah khusus jenis residu yang sangat sulit terurai seperti sampah botol dan limbah popok di setiap RT/RW. ”Termasuk, menyediakan kendaraan pengangkut sampah setiap hari bagi masyarakat,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, penerapan peraturan yang melarang keras peredaran plastik sekali pakai di semua sekolah dan kantor pemerintahan di Kabupaten Gresik. ”Jika hal itu terwujud, Gresik menjadi kabupaten ke-23 di Indonesia yang melarang penggunaan plastik,” tutur dia.

Dengan demikian, Gresik bisa setara dengan Bali, Bogor, dan daerah lain yang dengan tegas melarang penggunaan plastik. ”Termasuk, Jakarta yang berencana melarang sampah plastik Juli mendatang. Karena dampaknya sangat luar biasa. Salah satu penyebab banjir dan pencemaran lingkungan,” paparnya.

Inisiatif Thara pun mendapat dukungan penuh Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad. ”Apalagi, Gresik belum memiliki perda tentang sampah, baik pembatasan sampah, pengelolaan, maupun fungsi dari TPS yang ada,” ungkapnya.

Politikus senior PKB itu menyatakan, regulasi tersebut mendesak untuk dibentuk. ”Karena menyangkut kepentingan publik. Cakupannya pun sangat luas,” jelasnya. Baik tentang aturan sampah di kawasan sekolah, pasar, maupun tempat umum lainnya. Apalagi, lemahnya pengawasan sampah menjadi salah satu faktor penyebab banjir. ”Khususnya yang menghambat saluran di kawasan perkotaan,” tandasnya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yog/c11/eko


Close Ads