alexametrics

Muncul Omicron, Fasyankes di Surabaya Berlakukan Siaga Darurat

Tetap Stand By Antisipasi Lonjakan Kasus Baru
8 Januari 2022, 09:48:08 WIB

JawaPos.com – Pemkot Surabaya menyalakan alarm waspada atas kemungkinan naiknya kasus baru Covid-19. Apalagi muncul transmisi lokal varian Omicron baru-baru ini. Sejumlah fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pun siap siaga.

Direktur RSUD dr Soewandhie dr Billy Daniel Messakh SpB menyampaikan, pihaknya masih memberlakukan siaga darurat. Tingkat kewaspadaan tidak boleh kendur kendati belum tampak ada peningkatan kasus yang signifikan pada awal 2022 ini. ”Bagaimanapun kondisinya, kita tetap stand by,’’ kata dr Billy Jumat (7/1).

Kondisi darurat itu diikuti dengan menyiapkan berbagai kebutuhan. Ruang isolasi misalnya. RSUD dr Soewandhie menyiapkan 174 ruangan. Lokasi tersebut menempati ruang pasien Covid-19 sebelumnya. Ditambah lagi, ada 18 tempat tidur di ICU. Selain itu, rumah sakit juga menyiapkan berbagai jenis obat-obatan.

Tenaga kesehatan (nakes) tetap siaga 24 jam. Sejauh ini ada 48 perawat yang disiapkan. Awalnya, sebagian perawat berstatus relawan, tapi saat ini sudah diangkat menjadi pegawai kontrak. Dengan begitu, kata dr Billy, pihaknya tidak perlu repot-repot lagi merekrut nakes baru. Para perawat itu akan membantu para dokter spesialis di RSUD dr Soewandhie. Ada 5 dokter spesialis paru, 9 dokter penyakit dalam, serta 5 dokter ICU. ”Saya kira semua fasyankes juga melakukan hal serupa. Tetap siaga dengan berbagai kondisi,’’ paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, kondisi siap siaga itu terlihat dari berbagai indikasi. Salah satunya, tingkat mobilitas semakin padat dan longgar. Khususnya kedatangan WNA maupun WNI dari luar negeri. Ditambah lagi, pintu masuk penerbangan internasional semakin bebas. Termasuk Surabaya karena penerbangan internasional di Bandara Juanda sudah kembali beroperasi. ”Tentu ini jadi alarm agar kami terus waspada,’’ imbuh dr Billy.

Bahkan, saat ini RSUD dr Soewandhie masih merawat tiga pasien baru Covid-19. Ada pasien yang sudah dirawat selama 14 hari, 4 hari, dan 2 hari. Mereka positif terpapar dari hasil tes PCR yang menunjukkan positif Covid-19. Billy berharap tidak ada tambahan kasus baru setelah libur Natal dan tahun baru ini.

Temuan varian Omicron juga membuat waswas tenaga kesehatan di RS Al-Irsyad, Surabaya. Memang hingga kemarin rumah sakit masih dalam kondisi nihil pasien Covid-19. Manajer Operasional Gedung 1 RS Al-Irsyad dr Salim Ubaid mengatakan, bukan berarti pihaknya telah bernapas lega. Masuknya Omicron di Kota Pahlawan membuat pihaknya kembali waspada. Beragam persiapan dilakukan.

Misalnya, mengaktifkan kembali ruang isolasi. Lalu, menata 16 tempat tidur. Kemudian, menyiapkan fasilitas protokol kesehatan (prokes) untuk tenaga kesehatan (nakes) seperti APD, mulai sarung tangan, face shield, masker N95, hingga sepatu bot. ”Ruang isolasi ada di lantai 3 gedung lama. Jauh dengan lokasi pasien umum,’’ kata dr Salim Ubaid kemarin.

Meski meningkatkan kewaspadaan, Salim menegaskan bahwa pihaknya telah siap menghadapi varian Omicron dan optimistis bisa menghadapinya. Sebab, virus Omicron bisa dikatakan hampir sama dengan varian Delta. Bahkan, lebih ganas varian Delta. Hanya, untuk tingkat penularannya, Omicron terbilang jauh lebih cepat.

Oleh karena itu, sistem penanganan akan sama dengan sebelumnya. Yakni, pasien dirawat di ruang khusus. Tidak dicampur dengan pasien Covid-19 lainnya. Lalu, tim dokter spesialis diterjunkan. Misalnya, spesialis penyakit paru, ginjal, penyakit dalam, dan spesialis anak.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/ian/dya/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads