alexametrics

Debt Collector Kirim Pesan Berisi Makian dan Ancaman dari Banyak Nomor

8 Januari 2022, 10:48:38 WIB

Anggi Sulistya Agustina dan Rendi Hardiansyah dikejar target untuk menagih utang debitur pinjaman online (pinjol). Dua staf debt collector PT Merah Jaya Indonesia (MJI) itu menyebarkan pesan bernada kasar dalam jumlah banyak (blast) kepada para debitur yang menunggak.

ANGGI dan Rendi bekerja di PT MJI selama lima bulan sejak Februari tahun lalu. Mereka mendapat gaji pokok masing-masing Rp 4,2 juta dan tunjangan pulsa Rp 90 ribu setiap bulan. Selain itu, ada bonus yang diterima jika mereka berhasil menagih utang.

Anggi bertugas menagih utang para debitur yang sudah jatuh tempo di empat aplikasi pinjaman online yang dikelola PT MJI. Yaitu, aplikasi Modal Dagang, Modal Bersama, Siap Dana, dan Mau Pinjaman.

Rendi yang berstatus mahasiswa diberi tanggung jawab menagih tunggakan debitur di enam aplikasi. Yakni, aplikasi Dana Bahagia, Lucky Uang, Siap Dana, Pinjam Gesit, Suka Uang, dan Dompet Bahagia. ”Terdakwa mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp maupun SMS secara bersamaan (blast) kepada para debitur yang terlambat membayar dalam kurun waktu satu hingga tujuh hari atau disebut S1,” jelas jaksa penuntut umum Sri Rahayu saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Kamis (6/1).

Perbuatan itu diawali dengan mencari data seluruh kontak debitur pinjol melalui sistem di PT MJI yang menjadi target. Data-data debitur tersebut lantas digandakan ke laptop dan disusun dalam file Microsoft Excel. File itu berisi nama-nama nasabah, nama aplikasi pinjol, dan nomor telepon nasabah.

Rendi juga membuat narasi pesan penagihannya. Salah satu isinya, ”Peringatan anjing (nama debitur) kau bayar tagihannya di aplikasi (Lucky Uang) sekarang juga, jangan sampai kubuat malu ke kontak2 lo dan kusebar wajah lo ke sosial media dan kubuat penggalangan dana ke teman atau saudara kau tai, bayar sekarang juga babi’’.

”Kata-kata penagihan bernada ancaman tersebut dirangkai sendiri oleh terdakwa Rendi dan bukan anjuran dari perusahaan serta tidak tertuang dalam standard operating procedure PT MJI,” jelas jaksa Sri Rahayu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c14/eko

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads