alexametrics

Begal Motor Sadis Surabaya yang Beraksi di 12 Lokasi Ditembak Mati

7 Desember 2019, 20:40:29 WIB

JawaPos.com – Petualangan Hartono di dunia kejahatan berakhir. Begal motor sadis itu dikirim ke akhirat oleh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya Jumat dini hari (6/12). Sempat melawan dengan menggunakan senjata tajam, bandit 31 tahun itu roboh setelah dada kirinya tertembus timah panas petugas. ’’Kami sudah mengeluarkan tembakan peringatan,’’ ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandy Nugroho ketika diwawancarai di depan kamar jenazah RSUD dr Soetomo kemarin.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya mengintai gerak-gerik Hartono sejak lama. Kebetulan kemarin petugas memindai lokasi Hartono dan segera mengejarnya.

Petugas berhasil mengepung Hartono di kawasan Lakarsantri sekitar pukul 04.00. Namun, dia memang bukan bandit kemarin sore. Alih-alih menyerah ketika petugas meletuskan tembakan peringatan, dia malah berlari ke arah petugas yang hendak menangkapnya, lalu mengeluarkan sebilah parang yang selalu dibawa Tidak ingin mengambil risiko, petugas langsung menembak. Dor…. Hartono pun terkapar.

Sandi menuturkan, pria 31 tahun itu beraksi sejak Juli. Hartono tercatat sudah 12 kali membegal. Dalam aksinya, dia selalu membawa senjata tajam berupa parang. ’’Dipakai untuk melukai korban yang melawan,’’ katanya.

Hartono, kata dia, kali terakhir beraksi di Kecamatan Sukomanunggal pada Rabu (4/12). Warga Jalan Balongsari Madya tersebut beraksi bersama tersangka lain yang juga tetangganya. Yakni, Noval Rinaldy. ’’Motor Honda Scoopy korban dibawa,’’ jelasnya.

Motor bernopol S 4465 BX putih hijau itu merupakan milik Wiwin Widayati. Perempuan 20 tahun tersebut pada saat kejadian diboncengkan Slamet Efendi, kekasihnya. Slamet yang berusaha mempertahankan motor kemudian berkali-kali dibacok menggunakan parang. ’’Oleh tersangka yang tewas,’’ ucap perwira dengan tiga melati di pundak tersebut. Luka akibat sabetan itu cukup parah. Slamet mengalami patah di tiga tulang jari tangan kiri. Pergelangan kaki kanannya juga putus. ’’Meresahkan sekali komplotan ini,’’ papar Sandi.

Beruntung, pihaknya berhasil mengidentifikasi pelaku tidak lama setelah pembegalan terhadap korban. Mulanya, yang terlacak adalah Noval. Dia merupakan joki motor saat mencari sasaran. Noval ditangkap di rumahnya pukul 01.30 kemarin. ’’Di Balongsari, tempat tinggalnya,’’ jelas peraih Adhi Makayasa Akpol 1995 tersebut. Noval saat itu mendapat tindakan pelumpuhan. Betis kirinya ditembus peluru oleh polisi karena berupaya melarikan diri.

Sandi melanjutkan, Hartono adalah seorang residivis. Sebelumnya, dia ditahan gara-gara kasus narkoba. Hakim menghukumnya tiga tahun penjara. ’’Kok tidak kapok,’’ ungkapnya.

Mantan Kapolrestabes Medan itu mengatakan sudah menginstruksi seluruh jajarannya untuk tidak segan mengambil tindakan tegas kepada penjahat. Terlebih menjelang akhir tahun. Tren kriminalitas biasanya meningkat. Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Noval sendiri beralasan baru sekali membegal bersama Hartono. Dia mengaku dipaksa. ’’Saya hanya joki. Dia (Hartono) yang punya ide,’’ jelasnya. Bapak satu anak itu menyebut motor hasil begal dijual ke Madura. ’’Hartono yang jual,’’ tambah pemuda yang sehari-hari menjadi sales kartu kredit tersebut. Dia beralasan tidak tahu harga jual motor itu.

Yang pasti, Hartono memberinya bagian Rp 1,2 juta. ’’Uangnya sudah habis,’’ ucap pemuda 21 tahun tersebut. Noval mengatakan, uang itu dipakai untuk membayar utang dan kebutuhan anaknya yang masih berusia dua bulan

Tolak Serahkan Motor, Pelaku pun Muntap

Slamet masih tergolek lemas di ranjang salah satu ruangan di RSUD dr Soetomo kemarin. Namun, kondisinya mulai membaik. Dia mengaku sudah tidak merasakan sakit yang luar biasa seperti setelah dibacok begal di kawasan Lakarsantri Rabu dini hari (4/12).

Dari pantauan, tangan kirinya terbalut perban lumayan tebal. Bahkan sampai ke jari. Maklum, tebasan sajam pelaku membuat tiga jarinya putus. Bukan hanya tangan, balutan perban tebal juga terlihat menutupi kaki kanannya. Mulai pangkal paha sampai mata kaki.

Dia masih ingat detik-detik motornya dirampas pelaku Slamet mengaku mulai tidak sadarkan diri setelah kendaraan yang dipakainya dibawa lari. ”Ambruk,” ujarnya.

Slamet menerangkan, Honda Scoopy putih hijau bernopol S 4465 BX yang dibegal bukan miliknya. Melainkan kepunyaan Wiwin Widayati, kekasihnya. Perempuan 20 tahun itu saat kejadian juga berada di lokasi. Slamet memboncengkannya. ”Kejadiannya kira-kira pukul 01.00,” katanya.

Malam saat pembegalan, dia dan kekasihnya sedang dalam perjalanan pulang. Dia habis mengantar kekasihnya mengirim surat lamaran kerja. Wiwin punya teman yang bekerja di sebuah restoran di Lakarsantri. Tempat kerja tersebut sedang membutuhkan pegawai baru. ”Janjian pukul 23.00. Nunggu temannya pulang kerja,” terangnya.

Dia tidak mengira bakal menjadi sasaran begal. Di tengah perjalanan, motor yang ditumpangi keduanya dipepet motor yang dikendarai pelaku. Namun, tidak ada kecurigaan. Sebab, kedua pelaku bersikap sopan. Mereka menanyakan jalan. Dalihnya mau berkunjung ke rumah saudara di Manukan. ”Minta diantar, takut nyasar,” kata pemuda 21 tahun tersebut.

Slamet merasa gesture dua pria asing yang dihadapinya tidak mencurigakan. Dia akhirnya mau mengantar. Motornya dibuntuti dari belakang. Hingga kendaraannya kemudian dipotong motor para pelaku di Jalan Raya Satelit Selatan. ”Yang duduk di belakang langsung terang-terangan minta motor,” sebutnya. Slamet kontan saja menolak menyerahkan motor.

Nahas, keputusan itu membuat emosi pelaku muntap. Slamet dibacok dengan parang. ”Dikeluarkan dari balik jaket,” ungkapnya. Dia hanya bisa menangkis sabetan pelaku. ”Wiwin teriak-teriak. Ada satpam yang datang,” sebutnya. Slamet selanjutnya tidak ingat lagi. Begitu sadar, tubuhnya sudah berada di rumah sakit. ”Bagus kalau pelakunya tertangkap,” ujarnya

Jejak Kejahatan Hartono di 2019

26 Juni

TKP: Utara Masjid Al Akbar Surabaya

LP Polsek Jambangan

7 Juli

TKP: Jalan Raya Darmo Permai

LP Polsek Dukuh Pakis

11 Juli

TKP: Jalan Kendung, Benowo

LP Polsek Benowo

14 September

TKP: Jalan Kalibokor

LP Polsek Gubeng

15 September

TKP: Jalan Ngagel Jaya Selatan

LP Polsek Gubeng

2 November

TKP: Jalan Simo Kwagean

LP Polsek Sawahan

3 November

TKP: Jalan Raya Panjang Jiwo

LP Polsek Tenggilis Mejoyo

22 November

TKP: Jalan Luar Lingkar Barat

LP Polsek Lakarsantri

23 November

TKP: Jalan Tambak Osowilangun

LP Polsek Benowo

24 November

TKP: Jalan Rungkut Asri

LP Polsek Rungkut

26 November

TKP: Kebun Bibit Wonorejo

LP Polsek Rungkut

4 Desember

TKP: Jalan Raya Satelit Selatan

LP Polsek Sukomanunggal

Hasil kejahatan di setiap tempat beragam. Mulai motor, ponsel, sampai tas. Mayoritas yang dijadikan sasaran adalah pengendara motor perempuan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c15/c6/tia/ano


Close Ads