alexametrics

New Normal: Satu Pegolf Gunakan Satu Golf Cart

7 Juli 2020, 05:05:20 WIB

JawaPos.com – Meski golf identik dengan olahraga kelompok kecil, tatanan baru di lapangan golf tetap diberlakukan. Seperti di kebanyakan lokasi publik, manajemen lapangan golf mewajibkan pegolf menggunakan masker dan hand sanitizer secara rutin. ’’Mereka juga dicek suhu saat datang,’’ ucap Rita Ardianti, public relation Ciputra Golf, Club & Resto. Tas golf yang dibawa pegolf harus langsung didisinfeksi, kemudian dibawa petugas ke area lapangan.

Sementara itu, pegolf diminta melakukan pendaftaran dan pembayaran. Presensi kedatangan member menggunakan fasilitas face scan. Jadi, pegolf cukup menurunkan masker beberapa detik. Mereka tidak perlu mengisi form untuk mengurangi kontak langsung atau menggunakan fitur fingerprint. Pembayaran juga dianjurkan menggunakan fitur nontunai.

’’Nah, saat menuju lapangan, mereka hanya bisa pakai golf cart sendiri-sendiri,’’ tuturnya. Biasanya, satu golf cart bisa digunakan dua pegolf. Caddy yang mendampingi juga diminta berdiri di bagian belakang golf cart.

Di lapangan, bola golf hanya boleh disentuh pegolf. Mulai tee off, pengambilan bola dari lubang, sampai pembersihan bola. Pengambilan stik golf juga berbeda.

Kini caddy hanya boleh memegang stik golf dari head-nya. Kemudian, pegolf menerima stik dengan menyentuh bagian grip. Jadi, jarak antara pegolf dan caddy juga tidak terlalu dekat. ’’Setelah selesai di lapangan, pegolf kami minta juga menyemprotkan disinfektan ke sepatu masing-masing,’’ tambahnya.

Aturan serupa diberlakukan di Bukit Darmo Golf. General Manager BDG Mifto Hadi mengatakan, pihaknya juga memasang kaca pembatas di bagian kasir. ’’Kami juga mewajibkan tidak hanya masker, tapi juga face shield untuk petugas kami,’’ ucapnya. Pihaknya juga menyediakan disinfektan chamber. Namun, alat tersebut bergantung pegolf mau dipakai atau tidak.

Di lapangan, pihaknya juga meminta penggunaan golf cart hanya untuk satu pegolf. Petugas juga terus memantau kepatuhan physical distancing antara sesama pegolf serta caddy di lapangan. ’’Kalau sudah terlihat terlalu berkerumun, baru kita tegur. Untuk kebaikan semua, ya,’’ paparnya.

Menurut Mifto, pola perilaku pegolf kini juga sudah banyak berubah. Mereka sudah sadar untuk membatasi interaksi berlebihan. Misalnya, waktu bermain dan waktu nongkrong juga dikurangi. ’’Sekarang selesai main bisa langsung pulang. Dulu kan mandi dulu di sini, kumpul sama yang lain,’’ jelasnya.

Area restoran juga diberlakukan physical distancing. Dari total kuota 30 meja, kini hanya diisi 10‒15 meja. Satu meja juga hanya boleh diduduki dua orang. ’’Awalnya empat,’’ jelasnya.

Penggunaan loker juga demikian. Tidak semua loker boleh digunakan. ’’Satu loker dipakai, dua loker disilang. Baru dipakai lagi. Jadi di area tersebut tidak ada yang mepet-mepet,’’ tuturnya.

Event & Marketing di Pakuwon Golf & Family Club Jalu Pandu Wicaksono mengatakan, pihaknya juga meminta caddy terus membawa hand sanitizer selama mendampingi pegolf. Mereka juga mewajibkan penggunaan masker, baik di klub maupun lapangan. ’’Kalau di driving range, kita tidak bikin perbedaan. Karena memang sudah jaraknya jauh-jauh ya,’’ jelasnya.

TATANAN BARU DI LAPANGAN GOLF

  • Saat datang, tas golf langsung didisinfeksi.
  • Golf cart hanya digunakan seorang pegolf di kemudi. Caddy berdiri di belakang.
  • Bola golf hanya boleh disentuh pegolf sendiri.
  • Saat memberikan stik golf kepada pegolf, caddy hanya boleh menyentuh stik golf di bagian head.
  • Wajib menjaga jarak 1,5 meter sesama pegolf dan caddy.
  • Wajib memakai masker.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c15/git



Close Ads