alexametrics

Di Surabaya, Sosialisasi Perwali New Normal Langsung ke Rumah Warga

7 Juli 2020, 06:06:28 WIB

JawaPos.com – Sosialisasi Perwali 28/2020 tentang Tatanan Hidup Baru di Tengah Pandemi Covid-19 terus dilakukan. Sasarannya bukan tempat publik saja. Di Kelurahan Gunung Anyar, penyampaian peraturan itu langsung menyasar rumah warga.

Peraturan tersebut memuat apa saja yang harus dipenuhi saat kondisi new normal. Mulai perlengkapan pengamanan untuk menjamin kebersihan hingga satuan tugas yang wajib dibentuk sebagai penguat penerapan peraturan itu.

Selain menyasar tempat publik, sosialisasi langsung dilakukan dari pintu ke pintu. Misalnya, yang dilakukan pihak Kelurahan Gunung Anyar Minggu (5/7). Imbauan untuk mematuhi peraturan itu langsung tertuju ke warga. Tidak melalui perangkat RT atau RW.

Lurah Gunung Anyar Hilda Fairuz Rochmu menyatakan, pihaknya memang sudah menyampaikan hal tersebut ke perangkat warga seperti ketua RT dan RW. Namun, sosialisasi seperti itu juga diperlukan. ’’Agar warga betul-betul menerapkannya,’’ ujarnya.

Sembari berkeliling, Hilda mengunjungi tiap rumah. Saat penghuni rumah keluar, dia menyodorkan surat imbauan, lalu menjelaskan poin-poin apa saja yang perlu dilaksanakan.

Ada lima poin yang disampaikan dalam surat itu. Pertama, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang harus dilakukan warga. Mulai cuci tangan hingga mengenakan masker.

Kemudian, menjaga jarak saat berada di luar rumah. Paling tidak 1 meter. Mereka juga diminta tidak berkerumun.

Selain itu, warga diimbau hati-hati saat berada di tempat umum. Hilda mengatakan, warga harus paham kebersihan tempat tersebut. ’’Itu tidak terbatas di tempat umum ya, tetapi juga transportasi umum,’’ jelasnya.

Dia menyatakan, cara tersebut memang bisa lebih maksimal. Pihaknya bisa langsung melihat penerapan yang dilakukan warga. Salah satunya soal penyediaan bak cuci tangan di depan rumah.

Dari hasil pantauan, ternyata sudah banyak warga yang sadar. Mereka menyiapkan sarana kebersihan itu. ’’Selain di pintu masuk kampung, rumah-rumah warga membuat sendiri,’’ paparnya.

Pihaknya memang menggencarkan sosialisasi seperti itu. Dia tidak ingin penerapan protokol kesehatan mengendur karena sudah new normal. Pengawasan tidak hanya berlaku di rumah tapak, tetapi juga hunian vertikal.

Hilda menuturkan, pengawasan di hunian vertikal bisa lebih kompleks. Sebab, dalam perwali sudah diatur apa saja yang wajib dipenuhi. ’’Apartemen, misalnya, harus ada tempat cuci tangan di pintu masuk hingga pembatasan dalam lift,’’ ujarnya.

Saat dicek, ada kuesioner yang dibawa. Kalau ada yang belum terpenuhi, pengelola wajib menambahnya. Nah, pengawasan itu akan dilakukan lagi hingga semua persyaratan dipenuhi pengembang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c19/ady



Close Ads