alexametrics

Surat Teguran PSBB di Surabaya Bukan Tilang

7 Juni 2020, 08:08:35 WIB

JawaPos.com – Lembar surat teguran terhadap pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dari polisi berseliweran di media sosial (medsos). Ada yang mengartikan surat itu sama dengan tilang.

Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan menegaskan bahwa surat itu berbeda dengan tilang. Sebab, yang dilanggar adalah peraturan gubernur (pergub). ”Hanya bersifat teguran,” katanya kemarin (5/6).

Budi menuturkan, surat teguran itu disiapkan sejak PSBB jilid pertama. Lembar teguran diberikan kepada pengendara yang melanggar peraturan. Misalnya, tidak memakai masker saat berkendara.

Dia memastikan tidak ada sanksi lain yang diberikan kepada pelanggar. Misalnya, penyitaan kartu identitas. ”Namanya surat teguran ya ditegur,” tuturnya. ”Tidak ada penyitaan. Apalagi denda,” sambungnya.

Menurut dia, pemberian surat teguran itu bertujuan agar masyarakat lebih disiplin. Budi ingin pengendara sadar diri menjalankan protokol kesehatan. ”Instruksi dari pemerintah harus dijalankan,” katanya.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra setali tiga uang dengannya. Dia memastikan jajarannya tidak akan memberikan sanksi tambahan kepada pengendara yang mendapat surat teguran. Sebab, pelanggarannya tidak berkaitan dengan lalu lintas. ”Tidak ada yang disita,” ucap polisi dengan dua melati di pundak itu.

Teddy menjelaskan bahwa kepolisian mengutamakan langkah edukasi kepada pelanggar peraturan PSBB. Mereka hanya akan diingatkan. Dengan catatan, pelanggarannya tidak tergolong berat. Misalnya, melakukan balap liar. ”Kalau yang seperti itu, baru kita tindak. Motornya disita biar ada efek jera,” ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c6/eko



Close Ads