alexametrics

Seminggu Jam Malam di Sidoarjo, Waru Paling Susah Diatur

7 Mei 2020, 04:30:21 WIB

JawaPos.com – ’’Di perbatasan Waru susah diatur. Warga seperti tidak takut korona. Seolah tidak ada apa-apa,’’ ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji saat menyampaikan hasil evaluasi tujuh hari penerapan jam malam di Kota Delta.

Sudah tiga malam Sumardji melekan di Desa Wadungasri, Waru. Dia memelototi pemberlakuan jam malam. Namun, setiap hari ada saja yang terjaring penindakan. Warga asyik cangkruk di warkop. ’’Yang tua maupun pemuda santai-santai saja. Padahal, ada jam malam,’’ katanya di mapolresta kemarin (5/5).

Sumardji benar-benar resah. Sebab, data menyebutkan bahwa persebaran virus korona baru di Waru terus merebak. Jumlahnya melonjak. Bahkan, Waru sudah menyalip pusat Kota Sidoarjo. Jumlah warga Waru yang positif terpapar Covid-19 mencapai 23 orang. Selisih satu orang dengan Sidoarjo. Jika hal tersebut dibiarkan, tentu jumlahnya makin bertambah.

Sumardji memastikan kawasan Waru menjadi perhatian utama. Polresta menambah checkpoint di Wadungasri. Tepatnya di perempatan menuju Pasar Wadungasri. Lokasi itu dipilih karena titik tersebut merupakan akses utama. Warga yang hendak menuju ke Sedati dan Gedangan melintasi jalur tersebut. ’’Setiap malam kami jaga,’’ ujarnya.

Pada pukul 21.00, pembatasan dijalankan. Seluruh pengendara diperiksa. Polisi tidak segan menindak warga yang keluyuran tidak jelas saat jam malam.

Bagaimana hasil sepekan pelaksanaan PSBB? Setelah PSBB berjalan sejak 28 April lalu, ada kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, kampung-kampung mulai mengikuti anjuran Polresta Sidoarjo. Pada pukul 21.00, gang ditutup. Aktivitas berhenti. Kekurangannya, Sumardji menilai sebagian masyarakat masih abai. Meski jam malam diberlakukan, ada saja yang tetap berkerumun di warkop. ’’Berkali-kali ditertibkan, besoknya kembali lagi,’’ paparnya.

Ke depan, dia mengusulkan pemkab bertindak tegas. Warkop dan warung makan yang bandel disanksi saja. ’’Harus ditutup. Cabut izinnya,’’ tegas perwira polisi dengan pangkat tiga melati di pundak tersebut.

Di sisi lain, Kasatpol PP Widiyantoro Basuki berjanji menindak tegas pelanggar PSBB. Dia mencontohkan warung dan warkop. Pelaku usaha yang bandel dikirimi surat teguran. ’’Kalau melanggar lagi, pemilik usaha kami panggil,’’ tegasnya.

Wiwid –sapaan akrab Widiyantoro– menyatakan, pemkab sejatinya sudah memberikan surat edaran. Isinya mengimbau warkop dan warung tutup saat jam malam. ’’Setelah pukul 21.00, harus tutup,’’ tuturnya.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mendukung langkah Polresta Sidoarjo. Pengamanan di wilayah perbatasan Kota Delta harus diperketat. ’’Untuk menekan persebaran, kami minta warga menaati jam malam,’’ ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/may/c14/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads