alexametrics

Pedagang Positif Covid-19, Satpo PP Surabaya Tutup Pasar Asem Payung

Kecamatan Catat Identitas 200 Penjual
7 Mei 2020, 16:30:04 WIB

JawaPos.com – Pasar tradisional kembali ditutup. Penutupan tersebut dilakukan setelah ada pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kini giliran Pasar Asem Payung di Jalan Gebang Putih, Kelurahan Gebang Putih, Sukolilo, yang disegel petugas satpol PP Rabu (6/5). Selama dua pekan operasional pasar tersebut dihentikan.

Keputusan itu diambil setelah seorang pedagang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi, perlu langkah pencegahan agar tidak timbul penularan yang lebih banyak.

Camat Sukolilo Amalia Kurniawati mengatakan, penutupan tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan pengurus warga dan tiga pilar kecamatan serta kelurahan. Mereka memutuskan pasar tidak beroperasi dulu. ’’Pasar sementara waktu berhenti dulu sampai 20 Mei mendatang. Setelah itu, jika dirasa sudah aman, bisa dibuka lagi,’’ katanya.

Pedagang yang terpapar merupakan penjual sayur. Belum diketahui asal penularan itu. Yang pasti, orang tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG). Hasil positif itu diketahui setelah menjalani tes swab.

Sebelum ditutup, sosialisasi dilakukan kepada semua pedagang sekaligus mengumumkan dan memberikan surat pemberitahuan. Petugas juga mencatat identitas pedagang. Jika ada penularan, bisa terlacak dengan mudah asal sumber penularan. ’’Kami catat semua siapa saja pedagang di sana yang berjumlah 200 orang,’’ ucap Amalia.

Untuk jaminan selama menjalani karantina, bantuan permakanan juga diberikan kepada pedagang dan keluarga yang positif. Mereka tinggal di kawasan Kecamatan Sukolilo. Dengan begitu, mereka tidak perlu keluar. ’’Harapannya, penularan bisa dihentikan,’’ ucapnya.

Dengan kejadian itu, Amalia menegaskan bahwa pengawasan di pasar lain pun semakin diperketat. Mulai protokol kesehatan untuk orang yang berbelanja sampai pedagang. ’’Sebelumnya, protokol itu memang sudah kami jalankan. Namun akan kami tingkatkan lagi,’’ katanya.

Pengawasan itu salah satunya meningkatkan patroli ke pasar-pasar. Memastikan mereka minimal harus menggunakan masker. Kemudian, melakukan penyemprotan saat operasional pasar sudah rampung.

Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya memaksimalkan pencegahan di pasar. Masker pun sudah dibagikan ke semua pedagang. ’’Kami rutin kunjungan ke pasar, lalu memberikan sosialisasi kepada mereka untuk taat protokol kesehatan. Pedagang atau pembeli yang merasa sakit jangan bepergian dulu,’’ jelasnya.

Dia berharap warga yang biasa berbelanja di pasar tidak khawatir berlebihan. Semua bisa tenang dan menjaga jangan sampai imun tubuh turun. ’’Kami berharap warga bisa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi,’’ paparnya.

Jika ada yang sakit, pihaknya meminta segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat. ’’Jangan sampai berbohong atas sakit yang diderita sehingga merugikan orang lain,’’ paparnya.

Dia meminta OTG tersebut tidak dikucilkan tetangga. Sebab, hal itu akan memengaruhi kondisi psikologis pasien. ’’Dalam situasi seperti ini, pihaknya ingin warga tetap bisa guyub dan gotong royong,’’ ungkapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c15/dio

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads