alexametrics

Melintas di Bundaran Waru, Satu Pengendara Reaktif Covid-19

7 Mei 2020, 16:48:57 WIB

JawaPos.com − Satu orang yang reaktif terpapar Covid-19 terjaring petugas dalam pemeriksaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di bundaran Waru Rabu (6/5). Sayang, penanganannya berlangsung lama. Setelah menunggu sekitar tujuh jam, pengendara tersebut dipulangkan ke daerahnya untuk dikarantina di salah satu flat milik Pemkab Tulungagung.

Kejadian itu bermula ketika ES melintasi checkpoint bundaran Waru pukul 09.00. Karena pelat nopol motornya dari wilayah luar Surabaya Raya, dia dihentikan petugas. ES diperiksa dan ditanyai keperluannya ke Surabaya. Petugas pun kaget. Sebab, pria 37 tahun itu menunjukkan selembar surat hasil pemeriksaan rapid test di salah satu klinik di Pandaan, Pasuruan. ”Dari keterangan rapid test, dia reaktif,” kata petugas dari Tim Gerak Cepat (TGC) BPBD Jatim Mahmudi.

Melihat itu, petugas langsung memeriksa suhu tubuh yang bersangkutan

Hasilnya normal, yakni 36 derajat Celsius. Koordinasi pun dilakukan antara Pemkot Surabaya dan Provinsi Jatim.

Setelah menunggu tiga jam, ES akhirnya dijemput mobil ambulans dari Dinkes Surabaya dan dibawa ke RS Siloam untuk menjalani swab test. Setelah rampung, warga Tulungagung itu dikembalikan ke checkpoint bundaran Waru dengan diantar ambulans milik Dinkes Surabaya.

Di sana, pasien reaktif itu dibiarkan menunggu keputusan penanganan lanjutan. Salah seorang teman ES, Jermia Reinhard, menyatakan ditelepon langsung oleh yang bersangkutan lantaran tidak tahu jalan di Surabaya. ”Dia ini datang dari tempat kerjanya di Pandaan,” ucapnya kemarin sore.

Lamanya penanganan tersebut disayangkan oleh Jermia. Sebab, keputusan baru didapat setelah pukul pukul 15.00. Belum lagi, itu sangat berdampak bagi psikis sang teman.

Ketua Rumpun Tim Tracing Gugus Depan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim dr Kohar Hari Santoso menuturkan, proses sedikit lama karena harus meminta kejelasan data dari yang bersangkutan. ”Di sana diisolasi di rusunawa milik Pemkab Tulungagung,” jelasnya.

Menurut dia, yang bersangkutan nanti dikarantina selama 14 hari sembari menunggu tes swab keluar. Sebab, 74 persen mereka yang reaktif pada hasil swab-nya akan positif. Karena itu, pemantauan ketat akan dilakukan dinkes setempat.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c6/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads