Sebagian Orang Tua di Surabaya Masih Ragu PTM 100 Persen

7 Januari 2022, 10:52:35 WIB

JawaPos.com– Sejatinya, sesuai aturan Surabaya sudah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Namun, sejauh ini masih menuai beragam respons dari elemen sekolah. Banyak yang antusias. Tak sedikit pula yang waswas.

”Kalau dari sekolah, kami memang berharap lebih banyak anak yang kembali ke sekolah ya,” kata Kepala SD Sekolah Ciputra Diana Sumadianti.

Dia mengakui, ada kenaikan jumlah siswa yang diizinkan orang tua untuk mengikuti PTM pada semester genap. Perbedaan administrasi perizinan juga terjadi.

Diana menjelaskan, aturan sebelumnya menuntut wali murid mengisi consent form jika mengizinkan anak datang ke sekolah. ”Sekarang kebalikannya, yang mengirimkan consent form justru yang tidak mengizinkan anak ikut pembelajaran luring,” ujar Diana.

Kebijakan itu juga mempertimbangkan evaluasi proses belajar-mengajar selama ini. Meski beragam inovasi pembelajaran sudah disiapkan, interaksi guru dan anak masih sangat terbatas. ”Apalagi untuk yang usianya masih kecil-kecil. Perlu banyak interaksi sosial,” tuturnya.

Pemantauan terhadap kebutuhan anak-anak yang beragam juga lebih mudah dilakukan. ”Bisa tahu, anak per anak kesulitan di literasi atau numerik seperti apa,” kata Diana.

Begitu juga pengawasan orang tua. Dengan makin banyaknya WFO, pengawasan orang tua terhadap anak juga terdampak.

Meski begitu, pihaknya juga mengakui bahwa masih ada kekhawatiran dari orang tua terkait dengan merebaknya varian Omicron. Walau kebijakan PTM 100 persen diberlakukan, Diana melihat masih ada orang tua yang memilih pembelajaran daring.

”Jadi, semua juga masih melihat kondisi. Belum benar-benar setuju untuk kirim anak ke sekolah,” jelasnya.

Teknis PTM 100 persen juga akan disesuaikan dengan arahan dari Pemkot Surabaya dan dimusyawarahkan dengan orang tua. ”Selama ini kami sudah rutin menjalin komunikasi dengan orang tua. Jadi, apa pun problem yang muncul bisa dicari solusi bersama,” tuturnya.

Gambaran tersebut tidak dimungkiri juga terjadi pada sekolah-sekolah lain. Para wali murid sebelumnya memang menunjukkan antusiasme begitu pemkot merencanakan PTM 100 persen. Namun, bertambahnya pasien positif Covid-19, terutama varian Omicron, dalam sepekan terakhir membuat banyak wali murid berpikir ulang untuk mengizinkan anak-anaknya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : dya/c14/ady

Saksikan video menarik berikut ini: