Imbas PMK, Penjual Kambing di Surabaya: Rp 3 Juta pun Belum Terjual

6 Juli 2022, 17:07:26 WIB

JawaPos.com- Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berimbas pada penjualan saat momen Idul Adha seperti sekarang. Sejumlah peternak pun berpikir dua kali saat hendak membawa stok lebih banyak untuk dijual. Tidak seperti Idul Kurban tahun-tahun sebelumnya.

Pengakuan peternak asal Kediri yang menjual kambing kurban di Surabaya, misalnya. Menurut Widistia Farm Eby Setyawan, tahun ini pihaknya hanya membawa 100 ekor kambing untuk dijual di Surabaya. ”Tahun lalu, meski ada pembatasan, kami bawa 200 ekor,” ujarnya saat ditemui di Kedung Baruk, Selasa (5/7).

Meski begitu, range harga jual juga tak semaksimal dua tahun terakhir. ”Kalau dulu Rp 3,5 juta sampai Rp 10 juta juga tetap laku. Sekarang Rp 3 juta saja belum banyak terjual,” ungkapnya. Eby menyebut, hal itu dampak dari virus PMK yang menyerang hewan ternak terutama sapi.

Padahal, tahun lalu dalam kurun waktu yang sama, jumlah sapi dan kambing hampir 70 persen terjual atau sudah dipesan. Salah satu cara meyakinkan calon pembeli adalah dengan dialog. ”Termasuk surat kesehatan dan izin dari pemerintah kami sampaikan ke mereka. Ini cukup meyakinkan bahwa hewannya benar-benar sehat,” paparnya.

Bukan hanya Eby Setyawan, pedagang lain di kawasan MERR Surabaya merasakan hal serupa. Menurut Yanto, penjualan kambing miliknya masih relatif stabil. ”Tapi, kami tidak bawa banyak. Ini hanya bawa 150 ekor,” ujarnya.

Meski tahun ini penjualan kambing meningkat 20 persen, imbas PMK juga terasa bagi hewan berkuku belah lainnya. ”Sapi turun 50 persen tahun ini. Makanya, kami perkuat di SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) yang ada,” imbuh Yanto.

Menjelang Idul Adha, tim pemkot pun terus melakukan monitoring terhadap para penjualn hewan kurban. Tujuannya, menekan potensi persebaran PMK agar tidak semakin meluas. Salah satu di antaranya di wilayah Kecamatan Tambaksari. Kasitrantib Kecamatan Tambaksari Rizka Hasfareza menyatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan dan pemberkasan kelengkapan administrasi pada penjual hewam kurban.

Hal itu dimaksudkan untuk membantu para pedagang saat berjualan hewan kurban dan meningkatkan rasa aman bagi pembeli.  ”Hari ini (kemarin, Red) kami buat BAP tiga pedagang lagi. Sebab, masih ada pedagang yang belum melengkapi administrasi,” jelasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : zam/c9/a

Saksikan video menarik berikut ini: