alexametrics

Jamin Bansos dan Sembako Selama PSBB Surabaya Tidak Dobel Diberikan

6 Mei 2020, 17:48:06 WIB

JawaPos.com − Ada beragam bantuan yang akan diterima warga selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dari sembako hingga bantuan sosial tunai. Agar merata, pemkot akan memastikan tidak ada yang mendapatkan bantuan dobel.

Asal bantuan sangat beragam. Ada yang dari donatur, pemerintah pusat, provinsi, hingga dari pemkot sendiri. Pemkot terus memperbarui data penerima manfaat tersebut hingga kemarin karena masih ada yang ganda.

Terdapat 234 ribu keluarga yang sudah masuk data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemkot mengusulkan ke pemerintah pusat agar mereka mendapatkan bantuan tunai. Awalnya, pagunya hanya 163 ribu keluarga. Namun, kementerian memutuskan menambah pagu menjadi 174.332 keluarga.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, bantuan tunai itu dicairkan awal pekan depan. Nilainya Rp 600 ribu per bulan dan diberikan pada Mei−Juni. Penyaluran lewat Kantor Pos. Pemkot Surabaya hanya membantu pendataan. ’’Kemensos bekerja sama dengan PT Pos. Selanjutnya, PT Pos yang akan menyalurkan secara langsung kepada warga terkait bantuan Rp 600 ribu selama tiga bulan ke depan,’’ jelas Hendro kemarin (5/5).

Data penerima itu akan ditempelkan di kelurahan. ’’Kapan diterimakan ada pemberitahuan lebih lanjut,’’ jelas Hendro.

Selain itu, bakal ada bantuan untuk warga lain yang terdampak Covid-19 secara langsung. Bantuan tersebut berupa sembako untuk tiga bulan mendatang. Bantuan berasal dari pemkot, pemprov, dan presiden.

Dari presiden, ada bantuan 10 ribu paket sembako. Pemprov Jatim akan membantu paket sembako senilai Rp 200 ribu. Sementara itu, sembako dari para donatur sudah disalurkan ke kelurahan.

’’Data bantuan untuk warga terdampak Covid-19 ini sifatnya dinamis. Pasti ada penambahan. Pemberian sembako ini akan dilakukan secara bertahap,’’ ungkap Hendro yang juga menjabat sekretaris daerah Kota Surabaya itu.

Komisi D DPRD Surabaya juga melangsungkan telekonferensi terkait bantuan itu kemarin. Hampir semua mengkhawatirkan data yang dimiliki pemkot belum valid. Terlebih, data MBR yang diunggah pemkot melalui website stagnan beberapa hari terakhir. ’’Jangan sampai kejadian tahun lalu terjadi lagi. Ada anggota dewan yang masuk data warga tidak mampu. Tahu-tahu anaknya masuk mitra warga,’’ ujar Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah kemarin.

Yang dimaksud Khusnul adalah politikus PKS Ibnu Shobir. Tahun lalu anaknya tiba-tiba masuk data mitra warga yang mendapatkan bantuan dari pemkot. Atas semua itu, Shobir selalu mempertanyakan sistem pendataan pemkot.

Selain itu, Khusnul mendapati masih banyak warga yang belum masuk data MBR, tetapi kondisinya memprihatinkan. Dia berharap pemkot membuka jaring pengaman sosial untuk non-MBR tersebut.

Kepala Dinas Sosial Surabaya Suharto Wardoyo menerangkan, pendataan bantuan untuk non-MBR sudah dilakukan. Sudah ada puluhan ribu orang yang terdata. Data tersebut akan terus diperbarui. ’’Ojek online, sopir bus, terus yang terkena PHK juga sudah kami data,’’ tutur Anang, panggilan akrab Suharto.

Dinsos bekerja sama dengan berbagai dinas. Terutama dinas tenaga kerja (disnaker). Data warga yang terkena PHK atau dirumahkan di disnaker bakal diverifikasi untuk mendapatkan bantuan.

Anang menambahkan, pemkot juga menyiapkan aplikasi khusus untuk memudahkan pendataan. Sebanyak 31 camat dan 154 lurah diundang rapat koordinasi kemarin. ’’Mungkin besok (hari ini) di-launching,’’ kata mantan kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil itu.

Pengurus RT dan RW juga akan diminta membantu mendata warga yang terdampak tersebut. Data itu akan diverifikasi lebih dulu oleh dinas sosial. ’’Sudah terdata di kami ada 27 ribu,’’ ungkap Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi.

Eri mengatakan, pendataan itu bakal difokuskan untuk menjaring orang-orang yang terkena PHK pada masa Covid-19. Juga, orang yang tidak bisa bekerja pada saat pandemi dan para pekerja sektor informal seperti ojek online.

Karena banyak warga yang menerima, bantuan dari berbagai sumber itu akan dibagi rata. Yang jelas, pemkot memastikan tidak ada masyarakat yang mendapatkan bantuan dobel.

DATA PENERIMA BANTUAN TERUS DI-UPDATE

  • Total MBR yang terdaftar di pemkot mencapai 722.174 jiwa yang berasal dari 234.047 keluarga.
  • Mereka dipastikan mendapat bantuan sosial berupa sembako atau uang tunai.

SELAIN MBR, PEMKOT JUGA MENDATA WARGA NON MBR YANG DINILAI BERHAK MENDAPAT BANTUAN:

  • Ojek online : 16.447 jiwa
  • Guru ngaji dan guru sekolah Minggu : 4.810 jiwa
  • Penyandang disabilitas : 1.220 jiwa
  • Lain-lain hasil koordinasi lintas dinas : 41.991 jiwa

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/jun/c15/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads