alexametrics

Vaksinasi Dosis Lengkap Pelajar Surabaya Tembus 93,13 Persen

Dewan Usulkan Guru Divaksin Booster
6 Januari 2022, 11:33:07 WIB

JawaPos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyikapi rencana PTM terbatas berkapasitas 100 persen. Persiapan dilakukan sejak November tahun lalu. Standard operating procedure (SOP) untuk tata laksana PTM terbatas pun sudah disusun.

Setiap puskesmas berbasis wilayah diminta untuk aktif memantau sekolah yang menggelar PTM. Itu merupakan upaya active case finding untuk satuan pendidikan yang menggelar PTM berkapasitas 100 persen.

”Dilakukan surveilans secara aktif dan terus-menerus,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Nanik Sukristina.

Kondisi kesehatan warga sekolah sangat diperhatikan. Mulai siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Jika ditemukan warga sekolah dengan kondisi kesehatan menurun, pihak puskesmas harus bertindak cepat.

Di samping itu, cakupan vaksinasi warga sekolah terus dimaksimalkan. Hingga Selasa (4/1) jangkauan imunisasi kelompok prioritas itu terus bertambah. Untuk pendidik misalnya, cakupan dosis kedua mencapai 81,79 persen. Dosis kedua untuk pelajar usia 12–17 tahun bahkan mencapai 93,13 persen. Cakupan vaksinasi kalangan lansia juga sudah maksimal.

Yaitu, 91,19 persen. Semua komponen tersebut menjadi syarat PTM 100 persen seperti yang tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. Jika melihat semua komponen itu, Surabaya sudah memenuhi syarat untuk menggelar PTM dengan kapasitas penuh.

Pemkot juga terus mengebut jangkauan vaksinasi untuk anak-anak usia 6–11 tahun. Dari total 271.005 sasaran, sejauh ini vaksinasi sudah menjangkau 60,25 persen. ”Kami berharap angkanya akan terus bertambah,’’ imbuh Nanik.

Di bagian lain, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terus menyoroti rencana pemerintah untuk menerapkan PTM 100 persen. Ketua IDAI Jatim dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) setuju PTM penuh untuk anak-anak usia 12–18 tahun. Menurut dia, itu bisa dilakukan jika tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19. Juga tidak adanya transmisi lokal Omicron di suatu daerah.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/mar/ian/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini: