alexametrics

Kajari Surabaya Ajarkan Nilai Anti Korupsi pada Siswa SMPN 1 Surabaya

6 Januari 2021, 23:19:40 WIB

JawaPos.com–Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya berupaya menanamkan dan menumbuhkan karakter anti korupsi kepada pelajar. Hal tersebut dilakukan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Rabu (6/1), siswa SMP Negeri 1 Surabaya mengikuti pelajaran anti korupsi dengan protokol kesehatan ketat. Materi disampaikan Kepala Kejari Surabaya Anton Delianto. Selain siswa yang hadir di sekolah, ribuan peserta yang terdiri atas guru, pelajar, serta wali murid mengikuti pelajaran itu secara virtual.

Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto berharap kehadirannya mampu memupuk jiwa anti korupsi di kalangan pelajar khususnya. Sebab, karakter yang baik harus ditanamkan sejak dini di bangku sekolah.

”Tadi juga disampaikan pasal-pasal dan undang-undang yang mengatur. Sehingga diharapkan pelajar akan getok tular untuk saling menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan peduli kepada sekitarnya. Ini akan menjadi role mode di kalangan pelajar,” tutur Anton.

Dia mengatakan, saat siswa-siswi itu sudah memasuki dunia kerja, mereka sudah memiliki bekal jiwa anti korupsi. Harapannya, mereka akan menjauhi tindakan tercela tersebut.

Kajari juga meminta pelajar ketika menemukan penyimpangan agar berani melaporkan. Misalnya, saat menemukan persoalan suap menyuap, pemerasan, maupun penyalahgunaan kewenangan.

”Kami jelaskan perbuatan korupsi di lingkungan sekolah itu termasuk menyontek. Lalu memalak teman. Kita jelaskan aturan-aturan hukumnya di Indonesia hingga pasal per pasal secara detail,” ujar Anton.

Anton mendapatkan banyak pertanyaan. Para pelajar itu terlihat aktif dan antusias mendengarkan paparan dengan seksama.

”Saya melihat anak-anak punya cita-cita luar biasa. Ini berkat bimbingan bapak ibu guru di sekolah. Oleh sebab itu, kita sama-sama memberikan yang terbaik untuk anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi manusia yang pintar dan memiliki integritas,” ucap Anton.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo menambahkan, peserta yang mengikuti pendidikan anti korupsi melalui virtual jumlahnya mencapai ribuan. Dia berencana menggelar kegiatan serupa setiap satu bulan sekali.

Bulan depan, pihaknya bakal memilih tema Anti Kekerasan dengan mendatangkan pihak kepolisian sebagai narasumber.

”Kita melihat saat demo beberapa waktu lalu, pelajar juga ada yang ikut-ikutan demo. Oleh karenanya kita antisipasi dengan program ini. Dengan harapan dapat menekan kasus kekerasan dan juga bahaya korupsi,” ujar Supomo.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: