Video Gangster Bawa Sajam dan Miras di Surabaya Gambar Lama

5 Desember 2022, 23:40:18 WIB

JawaPos.com–Beredar video geng bermotor dan kelompok bersenjata tajam di Whatsapp Grup (WAG) Surabaya hingga media sosial (medsos) sejak Minggu (4/12) dini hari. Video tersebut dipastikan Polrestabes Surabaya hoaks karena diduga merupakan video lama.

”Video tersebut dipastikan telah direkam sejak lama. Bukan peristiwa yang baru saja terjadi atau sebelum Polrestabes Surabaya bersama pemkot, TNI, dan Satpol PP menggelar patroli gabungan skala besar, yakni pada Sabtu (3/12),” ujar Kasi Humas Polrestabes Surabaya Kompol Muchammad Fakih.

Dia menyampaikan, hasil dari patroli gabungan serentak yang dilaksanakan pada Sabtu (3/12), mulai pukul 23.00 hingga 04.00 WIB, secara umum lancar, aman, dan terkendali. ”Tidak ditemukan adanya tawuran, balap motor, gangster dan Pok (kelompok) pesilat yang membuat resah masyarakat,” kata M Fakih, Senin (5/12).

Dalam patroli tersebut, Fakih menyebutkan, petugas gabungan mengamankan 26 orang yang diduga sebagai pelaku perencanaan tawuran. Para pelaku diamankan beserta barang bukti senjata tajam seperti pisau dan badik.

”Selain sajam juga turut diamankan kendaraan bermotor (ranmor) roda 2. Saat ini dalam proses pemeriksaan di Satreskrim dan polsek jajaran,” ujar Fakih.

Menurut dia, Minggu (4/12) dini hari, muncul video-video, foto, dan konten di WAG dan medsos dengan narasi provokasi. Konten provokasi itu menarasikan jika telah terjadi tawuran, konvoi geng motor, gangster, dan balap liar di sejumlah titik wilayah Kota Surabaya.

Berdasarkan penelusuran, Fakih memastikan video tersebut terdeteksi terjadi di kawasan Tanjungsari Surabaya pada 8 Juni 2022. Kemudian, video konvoi motor di kawasan Pakuwon Surabaya yang diketahui juga menyebar di Medsos dan WAG terjadi pada 2 Desember 2022.

”Rangkaian kejadian kelompok pesilat yang membuat rusuh di Keputih Surabaya dan sudah ada 12 orang ditangkap Polsek Sukolilo,” ungkap Fakih.

Video korban tergeletak di Jalan Manyar yang juga tersebar di medsos dan WAG terkonfirmasi terjadi pada 2 Desember, merupakan kecelakaan lalu lintas. Diduga korban merupakan pelaku balap liar yang menabrak bagian belakang truk.

Fakih menerangkan, video-video yang menyebar di WAG dan medsos telah membuat resah masyarakat. ”Sehingga mereka menanyakan kebenarannya kepada Polrestabes Surabaya dan sudah terjawab,” papar Fakih.

Dia kembali meluruskan bahwa video, foto, dan konten konvoi geng motor, kelompok bersajam, dan korban tergeletak di jalan tidak terjadi pada Sabtu-Minggu (3-4/12). Melainkan video maupun konten itu terjadi beberapa hari sebelumnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya M. Fikser mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan konten berupa video maupun foto provokatif seperti aksi kekerasan atau ujaran kebencian. Hal tersebut justru akan memberikan ruang bagi para pelaku penyebar hoax atau disinformasi untuk membuat ketakutan dan keresahan di masyarakat.

”Kami mengimbau semua pihak terutama warganet untuk tidak menyebarkan konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi, kekerasan dan ujaran kebencian kepada siapapun,” kata Fikser.

”Video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan provokatif serta ujaran kebencian merupakan konten yang melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tambah dia.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads