alexametrics

Selamat Datang Komandan KRI R.E Martadinata-331 dan KRI KST-356

5 Oktober 2019, 19:08:37 WIB

JawaPos.com – Komandan KRI Raden Eddy (RE) Martadinata-331 dan KRI KST-356 berganti. Rotasi pimpinan dua kapal perang dengan peralatan tempur canggih itu dilakukan di geladak KRI Karel Satsuitubun (KST)-356 yang bersandar di Dermaga Penjelajah Barat Koarmada II kemarin (4/10).

Kolonel Laut (P) Sandharianto yang sebelumnya memimpin KRI Raden Eddy Martadinata-331 digantikan Kolonel Laut (P) Lukman Kharis S.T. Lukman yang sebelumnya menjadi pemimpin KRI Karel Satsuitubun-356 digantikan Letkol Laut (P) Binsar Alfret Syaiful Sitorus.

Komandan Sektor Koarmada II Kolonel Laut (P) Agam Endrasmoro yang menjadi inspektur mengatakan, upacara itu sengaja dilakukan di atas kapal untuk menunjukkan identitas sebagai pemimpin kapal. ”Dengan diiringi lagu Indonesia Raya, suasananya juga semakin khidmat,” ungkapnya.

Menurut Agam, dua kapal tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Terutama KRI RE Martadinata-331. Secara spesifikasi, KRI RE Martadinata-331, kata dia, merupakan kapal dengan perlengkapan yang canggih. Sebab, kapal itu dilengkapi dengan meriam utama OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun dan rudal Exocet MM40 Blcok 3 yang jarak jangkaunya bisa mencapai 180–200 km.

Juga ada rudal anti serangan udara bernama Mica yang dirancang efektif dan dapat menyergap sasaran sejauh 20–25 km dengan ketinggian 9.144 m. Kapal tersebut semakin lengkap dengan adanya rudal terma SKWS DLT 12 T yang mampu membelokkan arah rudal, mengacaukan sensor rudal, serta mengecoh frekuensi radio musuh. ”Karena itu, tak salah kalau kapal ini dinobatkan sebagai flag ship (kapal pimpinan),” ujarnya. Dengan kata lain, perwira yang memimpin kapal tersebut harus betul-betul memiliki jiwa pemimpin yang kuat. ”Karena dia memimpin kapal pemimpin,” imbuhnya.

Dia berharap rotasi kepemimpinan itu bisa memajukan Satuan Kapal Eskorta Koarmada II ke depan. ”Ini juga sebagai bukti bahwa alutsista kita tidak kalah dengan milik negara lain,” ucapnya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jar/c20/eko


Close Ads