alexametrics

Inflasi Surabaya Terendah Kedua di Jawa Timur

5 Juli 2022, 11:56:36 WIB

JawaPos.com- Lima hari menjelang Idul Adha, harga bahan pokok (bapok) di Kota Surabaya masih relatif stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat Surabaya menempati peringkat kedua setelah Sumenep sebagai kota dengan inflasi paling rendah. Operasi pasar jadi kunci mengerem laju kenaikan harga.

Inflasi Surabaya tercatat 0,46 persen. Lebih rendah dibandingkan Mei lalu yang persentasenya 0,49 persen. Inflasi kota/kabupaten lain di Jatim masih tinggi. Di antaranya, Kediri 0,78 persen, Probolinggo 0,74 persen, Jember 0,71 persen, dan Madiun 0,66 persen. Lalu, Banyuwangi dan Malang masing-masing 0,61 persen.

Memang sebulan terakhir terjadi gejolak harga yang cukup tinggi. Salah satunya, harga cabai rawit yang hampir menembus Rp 100 ribu per kilogram. Selain itu, harga bawang merah dan telur juga naik. Namun, ada sejumlah komoditas yang mengerem laju inflasi. Yakni, minyak goreng mengalami deflasi -0,04 persen. Harga daging sapi juga turun, deflasinya -0,03 persen.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Surabaya Dewi Wahyu Wardani menyatakan, mendekati Idul Adha, harga bapok di Surabaya tetap terkontrol. Pasokan bapok juga dipastikan aman.

”Kami terus berupaya mengamankan rantai distribusi bapok itu dari setiap daerah penghasil. Harapannya, sepanjang alur itu tidak ada kendala dan tersendat yang bisa menyebabkan harga bergejolak,” paparnya.

Setiap hari pemkot mengecek harga komoditas. Bila ada salah satu bapok yang harganya naik, intervensi segera berjalan. Langkah itu bertujuan memperkecil kemungkinan adanya permainan harga.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : gal/c6/aph

Saksikan video menarik berikut ini: