Holywings Lecehkan Islam, Aliansi Ulama Indonesia Tuntut Cabut Izin

5 Juli 2022, 15:28:30 WIB

JawaPos.com–Buntut dari promo minuman gratis untuk pengunjung bernama Muhammad dan Maria dari Holywings masih berlanjut. Hari ini (5/7), ratusan orang dari kelompok Aliansi Ulama Indonesia dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) Jawa Timur menuntut penutupan Holywings selamanya.

Mereka menggeruduk Gedung Negara Grahadi pada Selasa (5/7). Massa aksi meminta Pemerintah Provinsi Jatim mencabut izin Holywings.

Muhammad Taufik, perwakilan aksi massa dari Lamongan dan Aliansi Ulama Indonesia mengatakan, mereka menuntut Holywings ditutup permanen. Sebab selama ini, Holywings di seluruh wilayah hanya ditutup sementara.

”Hari ini (5/7), kami bawa tuntutan. terutama kita ingin Holywings ditutup permanen. Ini kan ditutup sementara jadi (menuntut ditutup) seterusnya,” kata Taufik di lokasi.

Taufik menilai, keberadaan Holywings lebih banyak membawa mudharat atau keburukan daripada kebaikan. Holywings juga menyalahi izin dan aturan.

”Ternyata kemarin kan bilangnya hanya restoran. Tapi jual miras (minuman keras). Jadi meleset dari aturan,” ujar Taufik.

Ditambah lagi, lanjut dia, Holywings membuat promosi minuman gratis untuk pengunjung bernama Maria dan Muhammad. Hal itu pelecehan terhadap umat Islam.

”Kalau dia (Holywings) berani melecehkan nama Muhammad seperti nama saya berarti mereka benar-benar melecehkan bukan hanya Muhammad saja tapi ini kesengajaan,” ucap Taufik.

Dia mengatakan, promo dengan nama Muhammad itu di mana-mana sudah viral. Sehingga melecehkan nama nabi dan rasul.

”Ini kan junjungan kita Nabi Muhammad SAW itu nggak boleh sembarangan (menggunakan namanya). Dan muslim nggak boleh minum miras,” terang Taufik.

Bahkan, menurut dia, seharusnya umat Nasrani juga marah dengan promo tersebut. Sebab promo itu juga mencatut nama Bunda Maria.

”Yang marah bukan cuma kita tapi karena ada nama Maria dari Bunda Maria. Tapi mungkin teman-teman Nasrani gak terbiasa dengan demo seperti gini jadi kita wakili,” tegas Taufik.

Usai aksi demonstrasi tersebut, dia menambahkan, akan menggeruduk DPR dan MPR di Jakarta. Tuntutan penutupan itu disebutnya sebagai aksi legal dari jalur hukum.

”Kita aksi legal bukan ilegal yah aslinya kita tempuh jalur hukum,” ucap Taufik.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: