alexametrics

Awas, Truk Pengangkut Hewan Ternak saat Melintas di Jalanan Gresik

5 Juli 2022, 19:38:42 WIB

JawaPos.com- Upaya penyekatan kendaraan pengangkut hewan ternak terus berjalan di wilayah hukum Gresik. Baik keluar maupun masuk Gresik. Tujuannya, menekan persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Maklum, kasus PMK di Kota Pudak terbilang tinggi. Bahkan, masuk zona merah.

Di wilayah Driyorejo, misalnya. Selasa (5/7), sejumlah truk dicegat saat melintasi pos pam PMK di Simpang Empat Driyorejo dan Legundi. Petugas gabungan dari polsek, Koramil serta tim Dinas Pertanian UPT Driyorejo, langsung bergerak melaksanakan pemeriksaan.

Simpang Empat Driyorejo dan Legundi, memang termasuk akses padat. Selalu ramai lalu lalang kendaraan melintas dari berbagai tempat. Mulai dari jalur Krian, Sidoarjo, Gresik maupun luar daerah lainnya. Nah, biasanya tidak sedikit yang nekat atau diam-diam melakukan pengiriman hewan ternak menggunakan kendaraan truk. Terlebih, Idul Adha makin dekat.

Tampak ikut dalam petugas gabungan itu Serda Sugeng, Babinsa Koramil 0817/01 Driyorejo. ’’Sejauh ini, dari beberapa truk yang diberhentikan petugas, setelah dilakukan pengecekan, belum ada yang mengirimkan hewan ternak. Baik sapi, kambing maupun kerbau,’’ ungkapnya.

Karena itu, petugas gabungan pun mempersilakan kendaraan bersangkutan untuk melanjutkan jalan. Kalau sampai mendapati kendaraan mengangkut hewan ternak, pihaknya tentu petugas akan memastikan kondisi kesehatannya. Sopir harus menunjukkan surat kesehatan hewan dari instansi terkait. ’’Upaya ini dilakukan agar tidak ada hewan ternak yang tepapar PMK masuk ke Kabupaten Gresik,’’ paparnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Pemkab Gresik, total jumlah sapi di Gresik yang sempat terpapar PMK mencapai 4.000 ekor lebih. Mayoritas di wilayah selatan. Di antaranya, di wilayah Kecamatan Wringinanom, Balongpanggang, Menganti, dan Kedamean. Dari jumlah itu, setidaknya ada 99 ekor sapi yang mati.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: