alexametrics

Hasil Evaluasi PSBB Surabaya, Masih Banyak yang Harus Ditingkatkan

5 Mei 2020, 02:50:25 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya melakukan beberapa evaluasi hari ketujuh pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Surabaya. Selama tujuh hari pelaksanaan PSBB, ada beberapa bidang yang sudah berjalan sesuai harapan dan ada pula yang masih harus ditingkatkan.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, salah satu bidang yang sudah berjalan adalah bidang pendidikan. Di lembaga pendidikan sudah tidak ada lagi aktivitas baik di swasta maupun sekolah negeri, termasuk pula lembaga pendidikan lain. Selain itu, bidang kegiatan sosial budaya seperti pesta pernikahan, pesta khitanan dan beberapa acara lainnya relatif nihil dan sudah sesuai aturan Perwali Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

”Kemudian yang relatif berjalan juga aktivitas di taman-taman, karena kita sudah satu bulan setengah atau bahkan lebih melakukan penutupan semua taman di Kota Surabaya. Kebetulan di PSBB juga ada pembatasan aktivitas di taman, sehingga sekarang sudah tidak ada lagi aktivitas di taman-taman,” ujar Eddy seperti dilansir dari Antara.

Sedangkan bidang perkantoran dan perdagangan serta toko-toko yang tidak termasuk pengecualian dalam Perwali, masih banyak ditemukan pelanggaran. Misalnya, beberapa warga masih memilih makan di warung, ada pula yang sahur bersama.  Padahal, kata dia, tidak sekali satgas melakukan sosialisasi terkait membungkus makanan yang dibeli dan dimakan di rumah masing-masing.

”Karena itu, kawan-kawan Satpol PP melakukan tindakan tegas. Kami hentikan kegiatan sahurnya dengan menyuruh pengunjung keluar. Lalu kursinya kita letakkan di atas meja karena yang boleh makanan dibawa pulang,” terang Eddy.

Kemudian untuk toko yang tidak sesuai dengan aturan PSBB, Eddy memastikan, bakal dilakukan peringatan secara tertulis. Di lokasi itu juga langsung dilakukan penyemprotan disinfektan.

Tidak hanya itu, kata dia, tak sedikit pula warga, khususnya yang ada di pasar masih melanggar aturan. Seperti tidak menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik. ”Ada juga yang belum pakai masker,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads