DPRD Minta PTM 100 Persen di Surabaya Dimatangkan Dulu

5 Januari 2022, 09:30:56 WIB

JawaPos.com–Komisi D bidang Pendidikan DPRD Kota Surabaya meminta penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Pahlawan dimatangkan terlebih dahulu.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan, berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 63 Tahun 2021, saat ini Kota Surabaya menerapkan PPKM level 1. ”Itu artinya sudah diperbolehkan untuk menerapkan PTM 100 persen,” kata Khusnul Khotimah seperti dilansir dari Antara, Rabu (5/1).

Namun, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa menerapkan PTM 100 persen. Meski sudah ada daerah lain yang kini menerapkan PTM 100 persen.

”Semua harus dimatangkan. Hari ini (5/1) kami akan rapat bersama dengan dinas pendidikan dan jajaran terkait membahas PTM 100 persen. Jika dalam rapat nanti semua persiapan sudah matang, baru PTM 100 persen bisa diselenggarakan,” ujar Khusnul Khotimah.

Khusnul menjelaskan, jika mengacu pada SKB 4 Menteri, yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/667/2021, dan Nomor 443-5847 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Kota Surabaya sudah bisa melaksanakan PTM. Sebab, vaksinasi sudah mencapai 100 persen.

Dengan ketentuan itu, lanjut dia, kapasitas PTM dapat dilaksanakan 100 persen, mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP setiap hari. Untuk lama belajar paling banyak enam jam pembelajaran per hari.

”Ada syarat-syarat PTM 100 persen bisa dilaksanakan. Di antaranya kantin di lingkungan sekolah belum diperbolehkan buka. Lalu Mengaktifkan satgas mandiri di sekolah yang berkoordinasi dengan satgas kampung wani di lingkungan sekolah tersebut,” tutur Khusnul Khotimah.

Selain itu, lanjut dia, masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yakni jika ada klaster penularan Covid-19 di sekolah, PTM harus dihentikan sementara sekurang-kurangnya 14 hari.

”Kami ingin mengetahui sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan untuk menyambut PTM 100 persen ini. Kami tidak ingin, Surabaya hanya ikut-ikutan daerah lain yang sudah menggelar PTM 100 persen, tapi sarana dan prasarana masih belum siap,” papar Khusnul Khotimah.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sebelumnya menyebut, target vaksinasi di Surabaya untuk dosis satu dan dua telah mencapai 100 persen. Sehingga, sudah terbentuk kekebalan komunal.

”Ini merupakan bekal utama untuk menatap tahun 2022 dengan optimistis,” ucap Armuji.

Menurut dia, untuk pelaksanaan vaksinasi dosis satu di Surabaya telah mencapai 119,4 persen dengan 2.648.335 jiwa dan vaksinasi dosis dua telah terlaksana 101,43 persen dengan 2.249.782 Jiwa.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: