alexametrics

Uji Coba E-Tilang di Surabaya Pertengahan Desember

4 Desember 2019, 20:59:35 WIB

JawaPos.com – Penerapan electronic traffic law enforcement (E-TLE) di Surabaya bukan sekadar wacana. Rencananya, tilang berbasis digital tersebut diterapkan Januari 2020 alias sebulan lagi.

Sejumlah rencana dimatangkan. Mulai pembangunan RTMC di Polda Jatim, kemudian pemasangan tambahan CCTV, hingga penerapan jaringan oleh Kominfo Surabaya. ”Kami memang bekerja sama dengan Dishub Kota Surabaya dan dishub telah menyiapkan serta mendukung rancangan itu,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Candra kemarin Menurut dia, E-TLE sangat berguna untuk masyarakat metropolis. Alasannya, selain keadaan infrastruktur lebih siap, masyarakat bisa menerima adanya perubahan penertiban lalu lintas dengan cara tersebut. ”Kami menginginkan perubahan di Surabaya agar lebih tertib. Masalah teknis masih dalam pembicaraan. Terutama soal jaringan,” ujarnya.

Secara teknis, rencana penerapan E-TLE dibahas seminggu sekali. Uji coba pun direncanakan pertengahan Desember. Diharapkan ada evaluasi dari uji coba tersebut. ”Persiapan sekitar 90 persen. Sudah jadi semua. Tinggal sosialisasi, perbaikan beberapa perangkat, mungkin MoU antarinstansi,” ucapnya.

Selain itu, koordinasi dengan unit penegakan hukum (gakkum) di Siola semakin dimatangkan. Tujuannya melakukan verifikasi. Verifikasi tersebut berguna untuk para pelanggar mengklarifikasi kendaraannya yang tertilang oleh CCTV di traffic light Surabaya. Nanti waktu yang diberikan 15 hari. Apabila tidak diverifikasi, otomatis STNK terblokir.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Surabaya Prasetyo Prambayanto menyatakan, perangkat kamera sudah disiapkan. Ada dua jenis kamera CCTV yang terpasang untuk memantau pelanggaran. Yakni, kamera untuk merekam pergerakan pelanggaran markah dan pelanggaran speed. ”Lah, kamera ini untuk memantau para pelanggar yang melebihi kecepatan dan bermain handphone. Sepuluh kamera sudah terpasang. Yang terkoneksi dengan server ada lima,” jelasnya.

Secara terpisah, Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan menyatakan bahwa program itu tinggal dijalankan. ”Istilahnya tinggal klik, kapan itu? Nanti kami sosialisasikan bersama dengan instansi yang lain,” terang lulusan Akpol 1992 itu dalam rakernis Ditlantas Polda Jatim di Hotel Wyndham kemarin.

Dalam acara tersebut, Ditlantas Polda Jatim juga mengumumkan pemenang lomba kawasan tertib lalu lintas. Untuk tahun ini, Surabaya menjadi kampiun dan dinyatakan juara umum. Hampir semua parameter dalam lomba tersebut disabet Surabaya dengan predikat istimewa. ”Memang sarana dan prasarana Surabaya paling lengkap. Bisa dijadikan contoh bagi yang lain,” ucap perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Berturut-turut penghargaan diraih Polres Jember, Polres Madiun, Polres Malang, Polres Bangkalan, dan Polres Kediri Kota. Lomba KTL itu dinilai tidak hanya dari penegakan hukum di kawasan tertib lalu lintas. Tapi, juga sinerginya dengan pemerintah daerah setempat. Penilaian dilakukan pertengahan November oleh tim gabungan dari akademisi, media, dinas PU bina marga, dan dinas perhubungan

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c6/ano


Close Ads