alexametrics

Kian Mengarah ke Pembunuhan

Ada Tawaran Damai ke Pihak Keluarga Korban
4 Oktober 2021, 13:55:29 WIB

JawaPos.com- Kasus kematian SF, remaja asal Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, hingga kini masih terus menggantung. Peristiwa kecelakaan yang dialami pada 12 September itu belum bisa dipastikan sebagai penyebab kematian pemuda 16 tahun tersebut. Unit Laka Satlantas Polres Gresik pun berencana melakukan gelar perkara peristiwa tragis itu.

Hal tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi Sujiadi, ayah korban. Apalagi, dalam aktivitas sehari-hari, SF sering membantu pekerjaannya sebagai montir bengkel sepeda motor miliknya. Kini pria 52 tahun itu masih terus berupaya mencari kejelasan terkait dengan kematian putra keduanya tersebut. ’’Sampai sekarang pun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pasti ada hal yang disembunyikan dari kematian anak saya,’’ ucapnya.

Bapak tiga anak itu meyakini bahwa SF mengalami penganiayaan hingga akhirnya meninggal. Indikasi itu setidaknya dibuktikan dari luka yang dialami korban. Dia meyakini bahwa apa yang dialami anaknya bukan kecelakaan biasa. ’’Apalagi, dari keterangan beberapa saksi, anak saya bersama segerombolan orang tidak dikenal sebelum ditemukan tewas. Sekitar 4–6 orang,’’ tuturnya.

Fakta tersebut, lanjut dia, tentu menjadi dasar yang kuat untuk menjelaskan luka yang dialami korban. Yakni, luka lebam pada kedua mata korban, luka bacok pada bagian rahang, hingga kepala bagian belakang yang mengalami pendarahan hebat. ’’Kecelakaan seperti apa hingga anak saya mengalami luka seperti itu? Apalagi, hanya di bagian kepala, sangat tidak wajar,’’ keluhnya.

Meski sudah tiga minggu berselang, peristiwa tersebut juga belum membuahkan kesimpulan terkait dengan penyebab pasti kematian korban. Pascaperistiwa, beberapa oknum mendatangi pria 52 tahun itu untuk meminta kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan, ada yang menawarkan santunan sejumlah uang untuk mencabut laporan tersebut. ’’Hal-hal ini semakin memicu kejanggalan bagi pihak keluarga. Yang jelas, kami tetap melakukan upaya hukum,’’ ucapnya.

Nah, yang membuatnya heran, salah satu tawaran damai tersebut datang dari pihak keluarga RN. Orang yang terakhir kali bersama SF sebelum ditemukan meninggal. ’’Padahal, temannya itu kehilangan sepeda motor. Katanya dibawa kabur orang pascaterjadi kecelakaan. Lah, ini kok minta maaf, ada apa?’’ ungkapnya heran.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : yog/c12/diq

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads