alexametrics

Sistem Buka-Tutup Bikin Kepadatan di Osowilangun Surut

Tiap Lima Menit Bergantian Melintas
4 September 2019, 19:07:34 WIB

JawaPos.com – Sistem buka tutup di Jalan Raya Osowilangun diberlakukan mulai kemarin pagi (3/9). Itu menyusul penutupan akses bagi kendaraan besar (roda enam atau lebih) sejak Senin pagi (2/9). Truk-truk kontainer tidak boleh melewati sekitar Branjangan selama ada pengerjaan pembetonan di kawasan tersebut.

Dari pantauan Jawa Pos, kepadatan yang biasanya terlihat di jalur nasional itu berangsur surut. Situasi lalu lintas (lalin) di kedua lajur, timur dan barat, ramai lancar. Warga sekitar yang menjadi pengatur jalan memasang portal dadakan untuk membantu kelancaran sistem buka tutup.

Satu portal dipasang di sisi selatan Jalan Tambak Langon Nomor 32. Satu portal lagi berada 100 meter di sisi utara Jalan Tambak Osowilangun. ”Pakai bambu dan tali ini,” kata Fadil, anggota Karang Taruna Tambak Sarioso, sembari menunjuk ke arah portal.

Ada tiga petugas yang berjaga di setiap portal tersebut. ’’Di Tambak Langon dibuat di sisi selatan karena sisi sebaliknya sedang ada pengerjaan,” terangnya. Portal dioperasikan lima menit sekali. ”Bergantian dibuka supaya arus lalu lintas lancar,” ungkapnya.

Selain menggunakan peluit, mereka memanfaatkan walkie-talkie untuk berkoordinasi dengan petugas di Osowilangun. ”Ketika ada aba-aba melintas, langsung kami buka. Begitu sebaliknya,” ujar Fadil. Bersama dua rekannya, Fadil tak segan menegur pengendara yang mencoba untuk menerobos. ”Harus tertib. Demi kebaikan bersama,” tuturnya.

Pengaturan itu memudahkan pengguna jalan. ”Bagus juga dibuat buka tutup seperti ini. Biar nggak macet,” kata warga sekitar, Arif Rahman. Dia menerangkan, Jalan Tambak Langon-Osowilangun memang langganan macet. ”Tapi, hari ini (kemarin, Red) lancar,” ungkapnya. Kuncinya, pengguna jalan harus bersabar menunggu giliran melintas.

Arif berharap, dengan diberlakukannya buka tutup jalan itu, pengerjaan pembetonan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) bisa cepat selesai. Toh, ketika pembetonan itu rampung, kondisi jalan tidak bergelombang lagi.

Di bagian lain, petugas kepolisian terpantau berada di persimpangan Margomulyo. Ada dua petugas yang mengatur kendaraan dan mengingatkan truk-truk untuk tidak melintasi Branjangan. ”Jumlah personel 12 orang. Disebar ke beberapa titik,” kata Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ayip Rizal.

Imbas dari penutupan Branjangan bagi kendaraan besar adalah kepadatan lalin di tol Margomulyo–Romokalisari. Namun, kepadatan masih bisa diurai dengan adanya delapan petugas yang berjaga di titik rawan kemacetan itu. ’’Kami siagakan petugas pada jam pulang dan berangkat kerja,’’ ujar Kanitdikyaksa Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Dodik Eko Susanto.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jar/omy/c7/nor



Close Ads