alexametrics

Temukan Kasus Covid-19 dengan Gejala Menyerupai Serangan Jantung

4 Agustus 2020, 18:48:50 WIB

JawaPos.com – Covid-19 punya banyak gejala. Bahkan, beberapa peneliti menyebutkan bahwa Covid-19 merupakan imitator ulung. Meniru gejala penyakit lain, namun ternyata hal tersebut disebabkan infeksi Covid-19. Dokter M. Yusuf Alsagaff SpJP PhD FIHA memaparkan kasus yang pernah ditemui.

Ada seorang pasien pria berusia 27 tahun dengan gejala serangan jantung yang dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis. ”Saat itu dirujuk untuk pemasangan stent atau ring,” ucap Yusuf. Semakin cepatnya tindakan dilakukan sangat memengaruhi keselamatan penderita. Saat operasi hendak dilakukan, tim operator menemukan bahwa pembuluh darah jantung koroner pasien ternyata normal. ”Di situ, kami (tim dokter) langsung keringat dingin. Jadi, ini penderita Covid-19?” ucapnya.

Selain kemiripan gejala, pandemi juga memengaruhi banyak hal dalam penanganan kasus serangan jantung. Atau tepatnya sindroma koroner akut (SKA). Gejala yang dirasakan adalah keluhan nyeri dada khas, perubahan rekaman elektrokardiografi, dan peningkatan enzim jantung.

Kasus tersebut biasanya ditangani dengan tindakan intervensi koroner primer perkutan (IKPP). ”Jadi, ring atau stent ditempatkan pada pembuluh jantung yang teroklusi total,” ucapnya. Dengan begitu, pembuluh darah terbuka lagi dan aliran darah kembali berjalan. Kasus tersebut cukup umum, Yusuf memperkirakan ada 1.800 kasus SKA dalam kurun waktu enam bulan.

Infeksi Covid-19 juga memberikan dampak, baik langsung maupun tidak langsung, pada organ kardiovaskuler. Di antaranya, gangguan hemodinamik, kekurangan oksigen, peradangan, gangguan mikrovaskuler, hingga stres kardiomiopati.

Meski begitu, ada paradoks yang terjadi di statistik negara lain. Seperti di Amerika Serikat dan Eropa, kasus serangan jantung dan tindakan IKPP justru menurun saat pandemi. ”Hal serupa sudah kejadian di negara lain. Hipotesisnya karena ada lockdown. Tapi, ada juga karena rumah sakit terlalu fokus pada Covid-19 hingga sulit melakukan pelayanan maksimal,” paparnya.

Dengan adanya risiko pasien yang ternyata mengidap Covid-19, prosedur operasi juga makin rumit. Tidak semua fasilitas kesehatan dan dokter siap menangani operasi penuh risiko tersebut. ”Kami perlu ruang operasi dengan tekanan negatif, kemudian APD juga mesti level tertinggi,” jelasnya.

Yusuf menyebutkan, alternatif yang diambil disebut sebagai upaya konservatif. ”Ini bisa berupa obat-obatan. Oral, suntik, infus,” jelasnya. Dengan demikian, pasien bisa ditolong hingga kondisi lebih aman untuk dioperasi. Harapannya setelah itu, juga muncul prosedur IKPP yang lebih aman, baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien yang membutuhkan.

DAMPAK INFEKSI COVID-19 PADA JANTUNG

  • Memicu gangguan hemodinamik.
  • Memicu hipoksemia atau kekurangan oksigen.
  • Pneumonia meningkatkan risiko serangan jantung enam kali lipat pada penderita jantung koroner.

Sumber: dr M. Yusuf Alsagaff SpJP PhD FIHA

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c6/nor




Close Ads