alexametrics

Pendaftar SMP Swasta Surabaya Didominasi MBR

PPDB Online yang Dikoordinasi Pemkot
4 Juli 2022, 14:48:03 WIB

JawaPos.com – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP swasta online yang dikoordinasikan pemkot sudah berjalan sepekan. Sejak dibuka 24 Juni, sekolah-sekolah masih kekurangan pendaftar. Dari 177 SMP yang masuk website PPDB, belum ada satu pun yang sudah memenuhi pagu.

Termasuk satuan pendidikan yang dikenal punya keunggulan. SMP Khadijah, misalnya. Sekolah tersebut memiliki daya tampung 192 siswa baru. Sejauh ini baru ada tiga calon siswa. Yaitu, 1 pendaftar dari jalur mitra warga dan 2 anak lainnya jalur reguler. SMP Khadijah hanya menyiapkan satu kursi siswa MBR. Selebihnya, 191 kursi diperuntukkan jalur reguler yang dibiayai secara mandiri oleh masyarakat.

SMP Lab School Unesa juga demikian. Satu-satunya slot jalur MBR yang tersedia sudah terisi. Untuk jalur reguler, baru ada tiga pendaftar dari total 75 kuota di sekolah itu. Jalur siswa tidak mampu yang sudah penuh juga terjadi di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Di sana tersedia lima kursi MBR dan sudah terisi semua. Pendaftar jalur reguler masih delapan anak dari total 300 siswa.

’’Fenomenanya begitu. Yang dituju duluan oleh masyarakat adalah mitra warga,’’ kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo kemarin (3/7).

Kondisi tersebut, jelas Erwin, terjadi di hampir semua lembaga pendidikan. Yang diserbu kali pertama adalah jalur mitra warga. Dengan begitu, rata-rata jalur tersebut sudah penuh. Padahal, kuota MBR sangat terbatas. Antara 5 persen sampai 20 persen. Bergantung kebijakan masing-masing sekolah. ’’Peminat banyak, tapi kan terbatas (jalur mitra warga, Red),’’ ujarnya.

Sekolah juga harus melakukan verifikasi. Apakah benar yang bersangkutan berstatus MBR atau tidak. Sebab, tidak sedikit yang mengaku MBR ternyata tidak masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. ’’Kalau seperti ini kan nggak bisa,’’ ucap kepala SMP YPPK 1 Surabaya itu.

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko meminta dispendik untuk terus mengedukasi masyarakat terkait PPDB sekolah swasta.

Menurut dia, sekolah swasta juga membutuhkan pendanaan. Dengan begitu, jalur reguler dikenai sejumlah biaya. Misalnya, dana investasi, uang pengembangan, dan biaya personal.

Bagi MBR, sekolah berkomitmen untuk membebaskan dana investasi dan pengembangan. Adapun dana personal ditanggung pemkot. Tapi, tidak tertutup kemungkinan siswa MBR juga dikenai biaya untuk kebutuhan personal. Misalnya, pembelian buku ajar. ’’Kami di sekolah swasta berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemkot. Maka, siswa dibebaskan dari dana investasi dan pengembangan,’’ kata Banu.

Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Endang Kustiya menyampaikan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi tentang PPDB swasta. Dia mengakui, sampai sekarang memang banyak sekolah yang belum memenuhi pagu. Khususnya di jalur reguler. ’’Tapi, kan masih ada waktu pendaftaran,’’ ujar Endang.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini: