Bulan Imunisasi Digelar Agustus, Sasar 2,3 Juta Anak di Jawa Timur

4 Juli 2022, 17:22:05 WIB

JawaPos.com- Dua tahun program imunisasi terhambat karena pandemi virus korona. United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) Jatim mencatat lebih dari 1 juta anak di Jatim membutuhkan imunisasi. Agutus, pemerintah akan menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Pengurus Bidang Pengembangan, Penelitian, dan Pendidikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim dr Dominicus Husada mengatakan, BIAN merupakan salah satu upaya menggeber imunisasi bagi anak. Sebab selama dua tahun terakhir, imunisasi dibatasi karena pandemi.

”BIAN tahap kedua berjalan pada Agustus mendatang. Sasarannya adalah provinsi di Pulau Jawa. Karena tidak ada jalan lain bagi kita untuk mengejar ketertinggalan itu,” terangnya.

BIAN juga menghelat imunisasi rubela dan campak. Tujuannya, mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Imunisasi itu bakal dilakukan dengan memetakan terlebih dahulu risiko di tiap daerah. Sebab, tidak semua daerah sama.

Anak 5 tahun ke bawah harus diimunisasi. Bahkan, ada beberapa daerah yang mewajibkan anak usia 15 tahun ke bawah mengikuti imunisasi. Imunisasi ekstra itu tidak melihat apakah anak sudah imunisasi atau belum.

”Untuk Jawa Timur sendiri, kondisinya tidak terlalu buruk. Kita termasuk yang kondisinya baik. Namun, saat BIAN nanti masyarakat bisa mengikuti. Salah satunya untuk membentuk herd immunity,” papar Dominicus.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jatim Arie Rukmantara mengatakan, saat ini terdapat 2.352.401 anak di Jawa Timur yang membutuhkan imunisasi. Artinya, saat BIAN dilaksanakan Agustus nanti, harus ada 75.884 anak yang diimunisasi per hari agar capaian imunisasinya 100 persen.

”Imunisasi ini untuk mengeliminasi risiko penyakit di masa depan saat anak sudah tumbuh. Selain itu, juga menghindarkan suatu wilayah dari KLB. Sebab, biaya imunisasi dibandingkan dengan anggaran pemerintah untuk penanganan KLB jauh lebih besar,” ujarnya.

Pihaknya pun turut memastikan suplai imunisasi saat BIAN tercukupi. Suplai yang diberikan akan sama dengan permintaan. ”Tentu dalam hal ini, kami terus mendorong agar imunisasi sebagai alat intervensi kesehatan paling efektif bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak. Misalnya, unsur penggerak PKK, kami sepakat untuk melindungi hak anak pada masa pemulihan pascapandemi Covid-19 dengan menyukseskan BIAN,” paparnya. 

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : gal/c6/aph

Saksikan video menarik berikut ini: