alexametrics

Sering Menjadi Persoalan, Ini Sistem Kewarisan Menurut KUHPerdata

4 Mei 2021, 23:34:24 WIB

JawaPos.com–Harta warisan sering menjadi sengketa dalam beberapa kasus. Lalu bagaimana sebenarnya mekanisme pewarisan? dan siapa saja yang berhak menerima waris?

Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga Ghansham Anand sesuai dengan pasal 830 KUHPerdata pewarisan hanya terjadi karena kematian. Sehingga terjadinya waris ketika si pewaris meninggal. Hal tersebut, menurut dia, merupakan syarat mutlak terjadinya waris.

Dia menjelaskan, seseorang berhak mendapat warisan karena kedudukannya sebagai ahli waris baik berdasar undang- undang maupun surat wasiat. Dia mengatakan, ada tiga bentuk sah surat wasiat menurut undang-undang.

”Kalau merujuk ke pasal 931, 932, dan 937 KUHPerdata, ada 3 jenis bentuk wasiat Yakni olografis, wasiat umum (akta umum) wasiat dalam bentuk akta, dan wasiat rahasia,” terang dia di Pengadilan Negeri Surabaya.

Olografis, lanjut dia, yakni wasiat yang dinyatakan secara tertulis oleh pewasiat sendiri maupun ditulis orang lain atas permintaan pewasiat dan ditandatangani yang mewarisi. Sedangkan wasiat umum adalah pewasiat menyampaikan kehendaknya kepada notaris. Kemudian notaris membingkai dalam bentuk akta wasiat dan mendaftarkan ke pusat data wasiat.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : adil

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads