alexametrics

Pemkot Surabaya Minta Pengelola Mal Antisipasi Penumpukan Pengunjung

4 Mei 2021, 15:14:40 WIB

JawaPos.com–Seminggu jelang hari Idul Fitri, biasanya pusat perbelanjaan dipenuhi pengunjung. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya merilis Surat Edaran Nomor 443/5684/436.8.4/2021.

SE itu ditujukan kepada pengelola/penanggung jawab mal atau pusat perbelanjaan. Surat Edaran itu ditandatangani Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto pada Senin (3/5).

Kepala Bagian Humas Febriadhitya Prajatara mengatakan, dalam surat edaran tersebut seluruh pengelola atau penanggung jawab mal atau pusat perbelanjaan di Kota Surabaya diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara konsisten. Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya, sebagaimana tertuang pada Peraturan Wali Kota Surabaya No. 67 Tahun 2020 yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Wali Kota Surabaya No. 10 Tahun 2021.

”Jadi, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan penyebaran Covid-19 di mal, kita keluarkan surat edaran untuk pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Perwali yang berlaku,” kata Febriadhitya Prajatara.

Dia meminta pengelola pusat perbelanjaan untuk mengendalikan kapasitas jumlah orang di dalam gedung secara keseluruhan. Baik itu gerai, area makan, atrium, dan hal, maksimal hanya diperbolehkan untuk menampung 50 persen dari total ruang gerak bebas.

”Mereka harus mengendalikan kapasitas pengunjung yang berada di dalam gedung, maksimal hanya 50 persen dari kapasitas,” ungkap Febriadhitya Prajatara.

Selain itu, kata dia, pengelola pusat perbelanjaan harus melakukan pembenahan terhadap gerai, area makan, atrium, dan hal, untuk mengatur jarak antar orang minimal satu meter dan membuat tanda tulisan pada pintu masuk yang menginformasikan tentang kapasitas maksimal dan jumlah pengunjung yang diperbolehkan berada di area tersebut.

”Nah, jika sudah penuh di dalam, harus tegas melarang pengunjung lain untuk tidak masuk dulu,” ucap Febriadhitya Prajatara.

Selain itu, pemkot meminta pengelola mal untuk mengoptimalkan Satgas Mandiri Covid-19. Mereka diminta untuk memperhatikan titik rawan yang berpotensi mengabaikan protokol kesehatan seperti melepas masker, berkerumun, dan lain sebagainya.

Bila ada pelanggaran, menurut Febriadhitya Prajatara, Pemkot Surabaya akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada pengelola pusat perbelanjaan yang tidak menaati Perwali tersebut.

”Pemkot akan memberikan tindakan dan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada pengelola mal yang tidak menaati Perwali tersebut,” ujar Febriadhitya Prajatara.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads