alexametrics

Terjaring Razia Jam Malam, Satu Orang di Gresik Diduga Positif

Pasien Sembuh Terus Bertambah
4 Mei 2020, 17:01:42 WIB

JawaPos.com – Genderang perang terhadap persebaran Covid-19 makin nyaring ditabuh aparat gabungan. Penindakan terhadap mereka yang mokong dan melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terus dilakukan. Sabtu malam (2/5) petugas menindak puluhan orang yang melanggar jam malam. Yang terjaring lantas diangkut ke mapolres.

Para pelanggar itu terjaring razia tim gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, serta Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Petugas menyisir sejumlah lokasi. Mulai Jalan Basuki Rahmat, Raden Santri, Pahlawan, Jaksa Agung Suprapto, dr Soetomo, dr Wahidin Sudirohusodo, hingga kawasan Gresik Kota Baru (GKB).

Patroli besar itu dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo. Kegiatan penertiban jam malam untuk memutus rantai persebaran Covid-9 tersebut juga diikuti Irwasda Polda Jatim. Ketika patroli, aparat menemukan modus baru pengelola warkop untuk mengelabui petugas. ”Pemilik atau pengelola warkop memadamkan listrik. Seolah-olah tidak ada kegiatan. Setelah dilakukan pengecekan, ada aktivitas ngopi di dalam,” terang Kusworo.

Aparat akhirnya menindak tegas para pelanggar jam malam dalam PSBB itu. Sebanyak 60 orang, terdiri atas pemilik dan pengunjung warkop, diangkut dengan truk ke mapolres di Jalan Basuki Rahmat. Di halaman mapolres, mereka harus menjalani pemeriksaan. Suhu badan mereka dicek satu per satu. Dalam pemeriksaan itu, enam orang diperiksa lebih lanjut. Sebab, suhu badan mereka melebihi 37 derajat Celsius.

Enam orang tersebut kemudian menjalani rapid test yang dilakukan oleh tim dari Dinkes Gresik yang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Hasilnya? ”Lima orang negatif dan satu orang samar-samar karena ada dua setrip. Diduga positif sehingga diminta untuk melakukan isolasi mandiri,” terang mantan Kapolres Jember tersebut.

Selain itu, warung yang menjadi tempat berkerumun tersebut langsung disemprot dengan cairan disinfektan. ”Senin (hari ini, Red) terduga positif itu akan menjalani tes swab untuk memastikan kebenarannya,” papar Kusworo.

Perwira menengah yang bakal mendapat promosi tugas baru di Mabes Polri itu menambahkan, petugas gabungan akan terus melaksanakan razia secara random. Jajarannya juga akan menerapkan sanksi berjenjang sesuai dengan peraturan bupati tentang PSBB. ”Karena itu, kami mohon kesadaran masyarakat untuk patuh dan disiplin, mematuhi anjuran pemerintah agar pandemi Covid-19 bisa segera hilang,” ucap dia.

Sementara itu, update persebaran Covid-19 di Gresik, kemarin ada tambahan pasien terkonfirmasi positif yang akhirnya dinyatakan sembuh. Berdasar data Gugus Tugas Covid-19 Gresik, ada tambahan tiga pasien yang sembuh. Namun, kasus positif juga bertambah dua orang. Kabarnya, tambahan baru itu berasal dari satu keluarga dari Desa Randegansari, Driyorejo. Keduanya dirawat di rumah sakit Surabaya.

”Tracing masih kami dalami, apakah dari klaster Surabaya atau bukan. Tapi, yang bersangkutan bukan tenaga medis seperti isu yang beredar,” ujar drg Syaifuddin Ghozali, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Gresik.

Tiga pasien positif yang sembuh terdiri atas seorang perempuan dari Desa Pundutrate, Benjeng; seorang laki-laki dari Desa Sukomulyo, Manyar; dan seorang laki-laki dari Desa Indro, Kebomas.

KASUS COVID-19 DI GRESIK

Per 3 Mei 2020

Positif: 32

  • Dalam perawatan: 19
  • Sembuh: 8
  • Meninggal: 5

Wilayah Paparan

  • Kecamatan Menganti: 8
  • Kecamatan Kebomas: 7
  • Kecamatan Driyorejo: 5
  • Kecamatan Benjeng: 4
  • Kecamatan Manyar: 4
  • Kecamatan Sidayu: 2
  • Kecamatan Duduksampeyan: 2
  • Kecamatan Kedamean: 1

PDP: 150

  • Sembuh: 44
  • Pengawasan: 101
  • Meninggal: 5

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yad/son/c11/hud

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads