alexametrics

Tenangkan, Imbau, lalu Bawa Pelanggar PSBB Surabaya ke Markas

4 Mei 2020, 17:17:05 WIB

JawaPos.com – Jajaran kepolisian punya cara sendiri untuk menjebak masyarakat yang masih berkerumun saat pembatasan sosial berksala besar. Tidak seperti razia pada umumnya. Polisi memberikan sosialisasi dan mengajak bercanda sembari menunggu truk pengangkut untuk membawa pelanggar tersebut. Dua lokasi dijadikan target dalam operasi itu. Nah, tangkapan paling banyak berada di wilayah Manukan.

Hal itu dilakukan Kasat Binmas Polrestabes Surabaya AKBP M. Fathoni. Polisi berpangkat dua melati di pundaknya tersebut memberikan imbauan dengan menggunakan bahasa Jawa.

Saat Fathoni melakukan hal itu, personel lain menutup akses keluar masuk area terminal yang menjadi sasaran razia.

Strategi itu berhasil. Lokasi tersebut memang dijadikan banyak pemuda untuk nongkrong. Tidak lama setelah itu, polisi pun berdatangan. Para pemuda tersebut tampak kocar-kacir. Mereka berusaha untuk langsung membayar dan meninggalkan tempat. Namun, para petugas sudah mengantisipasinya. Dua akses pintu di cegat mobil-mobil polisi.

Mereka yang awalnya berniat kabur pun tampak mengurungkan niatnya. Fathoni terlihat berusaha berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa. Tujuannya, meminta mereka tidak kabur. ’’Lholah gak usah wedi. Lapo wedi. Dulur dulur iki gak bakal nangkep atau apa pun. Iki aku apene sosialisasi memberikam imbauan,’’ katanya.

Fathoni memulai imbauannya. Namun, imbauan itu merupakan bagian dari strategi untuk menunggu truk pengangkut. ’’Wes saiki aku apene ngandani dulur dulur. Ojok wedi, polisi gak bakal aneh-aneh. Lapo yoan mlayu wong duduk maling kok mlayu,’’ tambahnya.

Gaya bahasa Fathoni pun tampak disambut dengan gelak tawa. Sekitar 60 warga tampak terbawa suasana. Mereka terlihat nyaman. Bahkan, sambil menunggu, mantan Kapolsek Waru, Sidoarjo, itu berusaha memberikan tanya jawab seputar PSBB. Satu per satu menjelaskan aturan tersebut. Fathoni mengungkapkan bahwa masyarakat dilarang berkumpul di atas pukul 21.00. Selain itu, dia meminta tidak berkumpul dulu. Alasannya, virus korona bisa menular melalui siapa pun tanpa gejala.

Razia dilangsungkan mulai pukul 21.30 di dua tempat. Yakni, Terminal Manukan dan di daerah Genteng. Di dua daerah itu, operasi gabungan mendapatkan 82 orang untuk diangkut dan didata.

Masyarakat yang masih nekat melanggar aturan PSBB harus berpikir ulang. Sebab, polisi bakal mengambil tindakan tegas. Polisi punya payung hukum untuk menindak para pelanggar. Beberapa pasal hukuman dari pidananya sudah diatur.

Secara garis besar, pelanggar PSBB terdiri atas tiga macam. Yakni, mengabaikan instruksi petugas, menghalangi penanggulangan wabah, dan tidak mematuhi kekarantinaan kesehatan. Semua pelanggarnya terancam penjara.

Contohnya, pelanggar jam malam atau kerumunan. Mereka bisa disangka melanggar pasal 212, 216, dan 218 KUHP karena dianggap mengabaikan PSBB.

Sanksi lain bisa diberikan kepada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang keluyuran. Hukumannya lebih berat. Mereka bisa dinilai tidak mematuhi karantina wilayah atau menghalangi penanggulangan wabah. Polda Jatim sampai membentuk tim Covid Hunter untuk menemukan pelanggar.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c15/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads