alexametrics

Razia, 5 Pelanggar PSBB Surabaya Terindikasi Positif Covid-19

4 Mei 2020, 16:59:39 WIB

JawaPos.com – Sesuai dengan prediksi, masih banyak warga yang berkerumun menghabiskan malam Minggu pertama di masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Imbauan untuk beraktivitas di rumah dan menjaga jarak seakan tak diindahkan. Hal itu menjadi sasaran razia jajaran kepolisian Sabtu malam (2/5).

Hasil ’’besar’’ pun didapat dalam operasi razia PSBB serentak itu. Tiga polres di Surabaya Raya, yaitu Polrestabes Surabaya, Polres Gresik, dan Polresta Sidoarjo, menyisir wilayah masing-masing. Sebanyak 171 orang diamankan dari razia tersebut.

Warga yang terjaring itu diarahkan ke setiap polres. Misalnya, di Surabaya. Kemarin satuan Polrestabes Surabaya mengamankan 82 orang. Dari jumlah tersebut, 5 orang terindikasi positif Covid-19 dari hasil rapid test. Mereka yang terindikasi positif segera dikirim ke rumah sakit yang ditunjuk.

Rata-rata mereka masih berusia 17–28 tahun. Pemuda-pemudi itu diamankan dari dua lokasi. Yakni, wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Timur. Setelah operasi tersebut, pemuda-pemudi itu digiring ke Mapolrestabes Surabaya dengan menggunakan truk. Mereka diminta menginap semalam untuk menjalani rapid test.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun mengecek langsung ke mapolrestabes setelah mendengar 82 orang terjaring razia. ’’Nanti jaga jarak, jangan terlalu dekat,’’ kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat melihat satu per satu truk rombongan memasuki mapolrestabes.

Begitu diturunkan dari truk, wajah memelas dan pasrah terlihat dari pemuda-pemudi itu. Mereka langsung dikawal para personel yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Mereka yang terjaring razia dibawa masuk satu per satu ke gedung Graha Bhara Daksa. Mereka kemudian ditempatkan secara berjauhan. Kelompok perempuan, misalnya. Mereka duduk di area paling depan sesuai dengan kursi yang telah disediakan. Dalam gedung tersebut terdapat 30 petugas yang siap mendata, kemudian melakukan prosedur rapid test.

Setiap petugas dari berbagai unsur mempunyai tugas berbeda-beda. Petugas dinkes, misalnya. Mereka melakukan rapid test. Setelah dari alur itu, para pelanggar diminta mengisi surat pernyataan. Setelah semua proses dilalui, mereka wajib kembali mengisi identitas dengan menggunakan papan. Petugas pun memfoto diri mereka.

’’Setelah hasil evaluasi dalam masa PSBB, kami memberikan contoh sebagai tindakan tegas. Supaya virus ini tidak menyebar luas. Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan,’’ tutur Luki kemarin.

Jenderal dengan dua bintang itu menyatakan, pelanggaran pemuda-pemudi yang terjaring razia tersebut tak hanya berbahaya bagi diri sendiri. Tapi juga bagi orang lain di lingkungan sekitar mereka. ’’Seharusnya sudah tahu bahwa virus korona ini mematikan. Anda ini tidak sayang dengan keluarga dan diri sendiri. Makanya, kami tindak tegas dengan lakukan ini,’’ katanya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan, persebaran Covid-19 Surabaya paling tinggi di Indonesia. Dia menunjukkan data sudah 495 yang positif terkonfirmasi virus korona jenis baru itu. Jauh jika dibandingkan dengan kota lain yang menerapkan PSBB seperti Depok, Bekasi, dan Bandung. Jumlahnya masih 80-an. ’’Kami ini tidak ingin adik-adik tertular. Makanya, kami harap jangan mengulanginya semasa PSBB,’’ tuturnya.

Dia menyatakan, di Jawa Timur, hampir 50 persen yang positif berasal dari Surabaya. Jumlah positif itu yang paling tinggi. ’’Tolong sabar dulu sampai PSBB selesai, sampai persebaran penyakit ini berhenti. Jika sudah selesai, semuanya bisa kumpul lagi. Surabaya ini sudah parah, jadi tolong taati aturan,’’ tuturnya di hadapan para pelanggar yang terjaring dalam razia tersebut.

Mantan Mensos itu pun mengungkapkan, penyadaran terhadap masyarakat memerlukan waktu. Tim juga menunggu hasil evaluasi ulang penerapan PSBB. ’’Kota dan kabupaten lain perlu perpanjangan PSBB untuk menurunkan angka. Jadi, proses ini yang bakal dikaji ulang. Makanya, kami minta tetap di rumah, jika beraktivitas pakai masker, dan jangan nongkrong dulu saat malam-malam,’’ ucapnya.

TERAPKAN PASAL KARANTINA DAN KUHP

  • Polisi memberikan tindakan tegas kepada pelanggar yang melanggar aturan PSBB.
  • Pelanggar yang terjaring razia bakal dibawa untuk menjalani rapid test.
  • Pelanggar juga diminta mengisi surat pernyataan.
  • Polisi mengambil foto para pelanggar sesuai dengan aturan. Kartu identitas dan wajah.
  • Jika pelanggaran baru sekali, diberikan surat teguran dan menandatangani prasyarat.
  • Jika kali kedua, akan ditahan dan diproses serta ditetapkan menjadi tersangka sesuai pasal-pasal KUHP yang ditetapkan.

Sumber: Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c19/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads