Soal PTM 100 Persen, Pemkot Surabaya Tunggu Juknis Pemerintah Pusat

4 Januari 2022, 19:01:20 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya menyatakan siap menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Saat ini, Pemkot Surabaya masih menunggu jawaban dan perintah dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kominfo M. Fikser mengatakan, pemkot fokus melakukan vaksinasi kepada seluruh siswa di Kota Surabaya. Untuk tenaga pendidik sudah 100 persen divaksinasi Covid-19.

”Surabaya jadi pilot project PTM 100 persen sudah siap. Namun, menunggu instruksi pemerintah pusat,” jelas Fikser.

Total ada 270 ribu siswa yang menjadi target vaksinasi Covid-19. Vaksin untuk 270 ribu siswa itu ditarget selesai pada Januari dan Februari.

”Yang sekarang vaksinasi seluruh siswa yang jumlahnya 270 ribu. Januari-Februari target selesai,” papar Fikser.

Saat ini, Fikser memastikan, tenaga pendidik sudah divaksinasi 100 persen. Pemkot Surabaya tinggal menunggu petunjuk teknis terkait PTM.

”Kalau ada instruksi 100 persen langsung siap. Tata cara pelaksanaan dan prokes semua siap,” ujar Fikser.

Sebelumnya, pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas 100 persen sudah dilaksanakan di Jawa Timur. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalankan PTM sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Situasi Pandemi Covid-19 jenjang SMA/SMK dan SLB.  Mulai Januari, semua satuan pendidikan di level 1, 2, dan 3 diwajibkan melaksanakan PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria dan tidak boleh menambah kriteria yang berat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kadis Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi dan Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani melakukan kunjungan di SMKN I Cerme Gresik dan SMAN I Cerme Gresik.

Menurut gubernur, berdasar SKB 4 Menteri yakni Mendikbudristek, Menkes, Mendagri, dan Menag, mulai Senin (3/1), satuan pendidikan dapat menggelar PTM hingga 100 persen sesuai dengan kriteria persyaratan yang ditetapkan.

Pengaturan kapasitas peserta didik didasarkan pada jumlah cakupan vaksin dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di masing-masing satuan pendidikan. Syarat lain yakni, cakupan vaksinasi dosis dua bagi warga masyarakat lansia di tingkat Kabupaten/Kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus (kepulauan, pegunungan, dan pedalaman), karena kondisi geografis sesuai Kepmendikbudristek 160/p/2021.

”Alhamdulillah mulai Senin (3/1), PTM 100 persen pada jenjang SMA/SMK/SLB di jatim sudah dilaksanakan secara terbatas,” ungkap Khofifah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: