alexametrics

Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Surabaya Selama Seminggu ke Depan

3 Desember 2021, 15:25:19 WIB

JawaPos.com–Banjir rob diperkirakan akan terjadi selama seminggu ke depan di Surabaya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memperkirakan hal tersebut terjadi sejak Kamis (2/12) hingga Selasa (7/12).

Prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya Gede Gangga mengatakan, banjir rob adalah bajir yang disebabkan kenaikan perkukaan air laut. Akibatnya, air yang pasang tersebut menggenangi daratan.

”Banjir ini akibat terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari ketinggian daratan. Banjir rob juga dikenal sebagai banjir genangan,” tutur Gede pada Jumat (3/12).

Penyebab banjir rob lain adalah pasang air laut maksimum saat fase bulan baru yang mempengaruhi kondisi pasang surut pada Desember. Kondisi itu berpotensi menyebabkan banjir rob di area pesisir dengan ketinggian 130–150 cm dari rata-rata permukaan air laut (DPL).

”Pengaruh pasang air laut maksimum juga berdampak dengan munculnya genangan air setinggi 10–30 cm di daratan yang dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir. Juga mengganggu aktivitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” jelas Gede Gangga.

Terdapat 4 wilayah yang berpotensi terdampak. Yakni pesisir Surabaya Barat, Pelabuhan Surabaya, Pesisir Surabaya Timur, serta Pesisir Pamekasan, dan Kalianget.

”Potensi banjir rob di seluruh wilayah diperkirakan terjadi pada pukul 21.00–24.00 WIB,” terang Gede Gangga.

Sementara itu, Kepala Pusat Metereologi Publik Fachri Radjab menuturkan, saat ini Indonesia dilanda siklon Teratai. Sebelum siklon tropis Teratai, Indonesia sudah mengalami siklon tropis Seroja.

Dampak yang ditimbulkan hampir serupa. Yakni angin kencang, intensitas curah hujan yang fluktuatif, hingga gelombang tinggi. ”Siklon yang terjadi sebelumnya adalah Seroja, sekarang adalah Teratai,” terang Fachri Radjab.

Saat ini, Fachri menyebut, Indonesia memiliki 3 siklon tropis. ketiganya terjadi pada waktu bersamaan.

”Ketiganya melanda setiap provinsi dan wilayah perairan di Indonesia. Di Papua ada badai tropis Nyatoh. Di Lampung ada siklon bibit Teratai, kemudian di barat laut Sumatera Utara ada bibit siklon 94w,” tutur Fachri Radjab.

Fachri menegaskan, masyarakat perlu waspada namun tidak perlu khawatir. Bagi pelaut atau nelayan, diimbau untuk menghentikan aktivitas sementara waktu hingga 3 hari ke depan.

”Kami mengimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak (siklon tropis), lalu menghindari daerah rawan bencana seperti sungai lereng rawan longsor dan tepi pantai. Lalu, waspadai potensi banjir bandang, rob, dan longsor di daerah rentan. Kami harap pihak terkait berkoordinasi untuk mengantisipasi bencana hidrometereologi,” papar Fachri Radjab.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads