alexametrics

Awas Covid-19 dari Liburan Akhir Tahun dan Acara Kumpul Keluarga

3 Desember 2020, 19:59:29 WIB

JawaPos.com – Tren peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia begitu signifikan. Bahkan, rekor tertinggi terjadi pada hari ini (3/12) dengan 8.369 kasus baru. Jumlah tersebut mungkin bisa terus meningkat jika protokol kesehatan tidak dipatuhi. Apalagi, dalam waktu dekat ini masyarakat menghadapi liburan akhir tahun hingga pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang berpotensi mendatangkan massa. Tentu persebaran virus SARS-Cov-2 berpotensi terjadi.

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Dr dr M. Atoillah Isfandi MKes menuturkan, rekor pertambahan kasus harian itu memang perlu diwaspadai meski bukan penanda utama puncak pandemi di Indonesia. Sebab, data atau akumulasi kasus harian Indonesia tidak real time dan kurang valid. ”Seharusnya laporan harian yang diumumkan adalah kasus yang dilaporkan dan bertambah pada hari itu,” tuturnya.

Di Indonesia, data yang dihimpun mengikuti arus laporan daerah.

Sering kali setiap daerah memiliki mekanisme. Di Jawa Timur (Jatim), sering terjadi tarik-ulur data yang mengganggu akumulasi data nasional. Kadang data yang dihimpun dalam bentuk ”cicilan” yang tidak setiap hari disetor. ”Ada banyak alasan. Salah satunya agar terlihat stabil. Namun, hal itu akan sangat merugikan dalam pengambilan keputusan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, perbedaan data antara daerah dan pusat sering terjadi akibat perdebatan asal kasus positif. Hal tersebut umumnya terjadi saat pasien positif memiliki domisili, daerah asal, atau tempat perawatan yang berbeda-beda.

”Karena itulah, kadang sulit menentukan kasus tersebut akan masuk daerah mana. Ini juga berpotensi pada tumpang-tindih data antardaerah dan akhirnya mengganggu akumulasi data pusat,” jelasnya.

Atoillah menuturkan, meski menunjukkan rekor tertinggi, data itu tidak dapat menjadi acuan bahwa puncak pandemi terjadi di Indonesia. Sebab, selain data yang tidak real time, data yang dilaporkan pada hari tertentu bisa jadi merupakan komponen yang diperiksa bulan lalu, tetapi baru dilaporkan pada hari tersebut.

”Meski data itu tidak dapat dijadikan acuan, harus diakui bahwa terjadi peningkatan kasus Covid-19. Khususnya setelah cuti bersama pada awal November lalu,” tuturnya.

Atoillah menambahkan, setiap agenda liburan atau weekend ternyata cenderung diikuti dengan peningkatan kasus. Fakta itu juga didukung dengan banyaknya transmisi virus melalui keluarga atau kerabat. ”Karena itulah, jadwal liburan dan kumpul keluarga masih berpotensi besar meningkatkan jumlah kasus baru,” ungkapnya.

Apalagi, dalam waktu dekat ini ada libur akhir tahun serta pilkada serentak. Pemerintah dan masyarakat harus mampu bertindak secara bijak. Khususnya tetap meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

”Pandemi akan cepat selesai di negara atau daerah yang disiplin seperti Australia, Selandia Baru, atau Tiongkok. Jadi, jika ingin kasus segera melambat, sistem dan kebijakan harus lebih tertata rapi dengan tingkat disiplin yang tinggi,” tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/c14/git


Close Ads